#iduladha#harirayakurban#hewankurban

Warga Diimbau Waspada Konsumsi Hati dan Paru Hewan Kurban

Warga Diimbau Waspada Konsumsi Hati dan Paru Hewan Kurban
Hewan kurban. Ilustrasi


Metro (Lampost.co) -- Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro mengimbau warga untuk waspada dalam mengkonsumsi hati dan paru dari hewan-hewan kurban. Sebab, berdasarkan temuan pada Iduladha 2020 lalu kasus cacing hati (fasciolosis) mendominasi penyakit pada hewan kurban.

Kepala Bidang Peternakan DKP3 Kota Metro, Parjiya, menjelaskan pihaknya melakukan pemeriksaan hewan kurban hingga dua tahap. Pertama dilakukan saat hewan masih hidup (antemortem) dengan mengecek ciri-ciri fisik. Sedangkan pemeriksaan kedua saat hewan dipotong (postmortem).

"Ada sekitar 250 musala dan masjid di Metro. Kami minta kerja sama dan mengimbau agar masyarakat mengecek hewan kurban. Terutama asal hewan yang mau dipotong," ujar Parjiya, Kamis, 8 Juli 2021.

Sebab, berdasarkan catatannya, kasus cacing hati paling banyak ditemukan, yaitu 120 ekor hewan kurban pada Iduladha 2020.

"Kami sosialisasi ke masyarakat dan panitia kurban agar tidak mengonsumsi hati dan paru hewan yang ditemukan cacing. Kalau untuk dagingnya boleh dikonsumsi," tambahnya.

Untuk sosialisasi itu, pihaknya akan menerjunkan tim ke setiap kelurahan. Sebab, hewan kurban tidak hanya berasal dari Kota Metro.

"Tiap kelurahan ada tiga orang. Tim juga akan memberikan edukasi mengenai penanganan daging secara baik higienis dan menerapkan sanitasi pemotongan. Dengan harapan, pemotongan hewan kurban Iduladha 2021 dapat memenuhi kriteria aman, sehat, utuh dan halal (ASUH)," kata dia.

Sementara untuk ternak lokal, sejak Mei hingga Juni, DKP3 sudah memberikan pengobatan massal kepada peternak agar bebas cacing. "Kami berikan vitamin dan obat cacing kepada 6.000 ternak," kata dia.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait