#WAYKANAN

Warga Desak Tambang Batu Gunakan Peledak di Way Kanan Dihentikan

Warga Desak Tambang Batu Gunakan Peledak di Way Kanan Dihentikan
Aktivitas tambang batu di diwilayah Dusun Batu Ampar, Desa Negeri Campang Jaya, Kecamatan Sungkai Tengah, Kabupaten Lampung Utara. Lampost.co/Andi Apriadi


Way Kanan (Lampost.co) -- Warga di Kampung Gunung Pekuwon dan Way Tuba, Kecamatan Gunung Labuhan, Kabupaten Way Kanan, meminta aktivitas tambang batu yang menggunakan bahan peledak dihentikan.

Kepala Kampung Way Tuba, Rusman mendesak pihak perusahaan tambang batu yang menggali batu gunung menggunakan peledak dihentikan sementara. Pasalnya, warga sudah resah dan terganggu dengan aktivitas tersebut.

"Kami hanya minta dihentikan. Walaupun bahan peledak seperti dinamit dikurangin tapi tetap suara ledakannya sampai ke pemukiman warga," ujarnya saat dihubungi Lampost.co, Rabu, 26 Oktober 2022.

Rusman menuturkan, selama ini belum ada sosialisasi dari pihak perusahaan tambang batu itu kepada dirinya dan warga sekitar.

"Sampai sekarang belum ada pembicaraan dengan warga kampung. Sementara warga sudah resah dengan aktivitas tambang batu itu pakai peledak. Karena dampak getaran dan suara ledakannya sampai ke pemukiman," paparnya.

Dia juga mengku sudah memberikan surat peringatan keberatan ke perusahaan tambang batu tersebut lima bulan lalu. Namun, tidak ada respon dari pihak perusahaan. Sehingga membuat warga geram.

"Saya juga sebagai Kepala Kampung sudah banyak halangin warga yang ingin mendatangin tambang batu itu. Karena saya tidak ingin ada keributan," tuturnya.

Tidak ada respon dari pihak perusahaan, lanjutnya, ia bersama Kepala Kampung Gunung Pekuwon akan melaporkan ke pihak kepolisian setempat.

"Kami akan melaporkan ke kepolisian jika tidak tanggapan dari pihak perusahaan ini," kata dia.

Hal senada juga disampaikan, Kepala Kampung Gunung Pekuwon, Deddy yang mengatakan hingga saat ini belum ada upaya dari pihak perusahaan tambang batu yang menggunakan peledak

"Belum ada upaya apa-apa dari perusahaan ini. Kalau belum ada respon juga dari mereka kami akan laporkan ke pihak Kepolisian," ucapnya.

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait