#minyakgoreng#hargapangan

Warga Candipuro Berjam-jam Antre Minyak Goreng

Warga Candipuro Berjam-jam Antre Minyak Goreng
Antrean minyak goreng di toko ritel Desa Titiwangi, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, Jumat, 11 Maret 2022. (Lampost.co/Perdhana Wibysono)


Kalianda (lampost.co) - - Meski tidak sulit didapat, warga di Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, masih rela antre berjam-jam di toko ritel untuk mendapatkan minyak goreng.

Berdasarkan informasi yang dihimpun lampost.co, keberadaan minyak goreng di Kecamatan Candipuro, tidak terlalu sulit di dapat dibandingkan dua pekan silam. Namun, minyak goreng kemasan yang beredar di warung maupun pasar tradisional kecamatan setempat, mematok harga masih tinggi berkisar Rp20-22 ribu/liter.

Agar tidak keletihan mengantre, puluhan ibu rumah tangga meletakkan sendal jepit yang dijadikan nomor urut antre di depan toko ritel, sementara mereka duduk-duduk di pojok parkiran sambil berteduh. 

Dengan harga yang tinggi seperti itu, masyarakat sekitar yang didominasi ibu rumah tangga rela antre di sejumlah toko ritel untuk mendapatkan minyak goreng kemasan seharga Rp14 ribu/liter.

"Kalau di sini harga minyak goreng normal," kata Marfuah (39) saat dijumpai di depan toko ritel, Desa Titiwangi, Kecamatan Candipuro, Jumat, 11 Maret 2022.

Situasi antrean puluhan ibu rumah tangga untuk membeli minyak goreng di depan toko ritel tersebut sudah menjadi pemandangan setiap hari.

"Tergantung waktu datangnya minyak goreng, kami pasti antre di sini," ujarnya. 

Baca juga: Harga Minyak Goreng di Bandar Lampung Masih di Atas HET

Hal senada diungkap warga lainnya. Minyak goreng sudah menjadi salah satu kebutuhan pokok dalam rumah tangga, membuat setiap pekan dua kali membeli di toko ritel tersebut.

"Seminggu bisa dua kali antri minyak goreng, maklumlah keluarga besar," kata Intan (49) warga setempat.

Dia menjelaskan minyak goreng kemasan sudah tidak terlalu sulit didapat di warung kelontong maupun warung kecil, namun harga masih tinggi. 

"Sudah ada di warung-warung tapi masih mahal," ujarnya. 

Sementara itu, salah seorang pegawai toko ritel mengemukakan stok minyak goreng selalu habis di buru, lalu dibeli ibu rumah tangga. 

"Minyak goreng belum datang, sudah banyak yang antre," kata Berti (23).

Dia tidak bisa memastikan, berapa jumlah minyak goreng yang di pasok ke toko ritel tempatnya bekerja. 

"Kadang datang 4 dus, pernah juga 5 dus, tidak menentu, termasuk kedatangannya kadang pagi, kadang siang," kata dia.

 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait