#pkh#bantuansosial#bnpt#beritalampung

Warga Bisa Pindah Mengambil Bantuan BPNT ke E-Warung Lain

( kata)
Warga Bisa Pindah Mengambil Bantuan BPNT ke E-Warung Lain
Ilustrasi. Foto: Google Images

Bandar Lampung (Lampost.co): Koordinator Daerah Program Sembako Bandar Lampung, Rio Dedi, mengatakan warga penerima bantuan pangan non-tunai (BPNT) dapat mengambil bantuan ke e-warung di wilayah lain se-Bandar Lampung.

Ia mengatakan jika ada warga kecewa pada e-warung yang membagikan sembako tidak layak, warga bisa memindahkan e-warungnya untuk mengambil di tempat lain dengan kualitas yang memadai.

"Jika berbicara untuk siapa pemasoknya, e-warung bisa memilih bebas untuk mencari harga murah dan sesuai dengan harga bantuan untuk warga senilai Rp150 ribu. Jadi memang tiap kecamatan pasti akan berbeda isi dari program sembako," katanya, Jumat, 6 Maret 2020.

Ia mengatakan jumlah e-warung di Bandar Lampung sebanyak 120 yang terbagi di berbagai wilayah. Pada prinsipnya e-warung adalah agen yang bekerja sama dengan bank. Agen itu harus berdagang sembako untuk bisa menjadi e-warung.

"E-warung itu macam-macam, ada yang rumah pangan kita (RPK) atau BRILink. Kewenangannya tiap e-warung buka adalah bank yang menentukan. Tapi tetap unsurnya yang berdagang sembako. Menyikapi hal warga yang menerima bantuan tidak layak pangan, prinsip kita selalu adakan sosialisasi dan penyalur kita selalu berikan arahan agar tidak menjual barang yang tidak layak," ujar dia.

Dia mengatakan pada program bantuan pemerintah yang ditujukan kepada warga tak mampu ini merupakan program sembako yang harus ada empat unsur sehat yakni karbobidrat, protein, vitamin dan mineral.

"Empat unsur tersebut diantaranya karbohidrat dengan arti beras, unsur protein dibagi dua seperti hewani bisa telur, ayam, daging atau ikan. Kemudian nabati bisa dari tahu dan tempe dan yang terakhir unsur vitamin dan mineral unsurnya sayuran dan buahan," kata dia.

Dia menagatakan jika terjadi komplain mengenai e-warung yang menyalurkan sembako tidak layak konsumsi, maka izinnya bisa dicabut.

"Bila menyalurkan barang yang tidak layak, namun tugas kita hanya melaporkan ke pihak bank, selanjutnya pihak bank yang mengambil keputusan," katanya.

Ia menambahkan untuk Maret sampai Agustus 2020 nilai bantuan yang semula Januari-Februari senilai Rp150 ribu akan naik menjadi Rp200 ribu. "Di bulan Maret nanti naik menjadi Rp200 ribu," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...

Berita Terkait

Komentar