#beritalampung#beritalampungterkini#jalurliwa--krui#rawanlongsor#rawanbencana

Warga Berharap Perbaikan Jalur Liwa—Krui Menyeluruh

Warga Berharap Perbaikan Jalur Liwa—Krui Menyeluruh
Lokasi lubang di pinggir jalan jalur Liwa—Krui yang membuat truk tangki dua kali terperosok, Minggu, 2 Oktober 2022. Hingga kini di lokasi tersebut belum mendapat perbaikan. Lampost.co/Yon Fisoma


Krui (Lampost.co) -- Warga Pekon Labuhanmandi, Kecamatan Way Krui, Pesisir Barat, berharap adanya perbaikan jalan di jalur Liwa—Krui sepanjang wilayah setempat dan kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) berbatasan dengan Lampung Barat. Pasalnya, kondisi jalan yang sempit ditambah di beberapa lokasi terdapat lubang, jurang, dan tebing yang rawan menimbulkan kecelakaan atau bencana.

Mus (30), salah satu pengguna jalur Liwa—Krui, Minggu, 2 September 2022, mengatakan para pengendara yang melewati jalur tersebut untuk berhati-hati. Sebab, kondisi jalan yang cukup sempit kerap dilintasi berbagai kendaraan, seperti truk, mobil pribadi, dan motor.

Baca juga: Program BSMS Tahun ini Menyasar 315 Rumah di 7 Kabupaten/Kota 

“Untuk pengendara yang lewat memang harus hati-hati mengingat kondisi dan lalu lintas yang kerap dilalui berbagai kendaraan, baik yang kecil maupun besar,” katanya.  

Hal senada dikatakan Muzani (50), pengguna jalan lainnya. Bahkan, kata dia, ada satu lokasi yang selama ini telah dua menjadi tempat kecelakaan truk tangki pengangkut minyak sawit yang terperosok di lubang pinggir jalan. Namun, belum ada perbaikan di lokasi itu yang berada di sekitar Pal 8 Pekon Labuhanmandi.

"Pembangunan Jalan Liwa—Krui dengan melakukan pelebaran jalan, pembangunan talut, dan pengikisan tebing pemasangan beronjong sepanjang lokasi titik rawan bencana alam perlu dilakukan pemerintah. Betul jalur itu lewat TNBBS, tetapi pemerintah punya instrumen untuk mewujudkan ini , kan jelas pemerintah harus memperhatikan dan mewujudkan sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat dalam memberikan akses yang nyaman termasuk di antaranya pembangunan jalur Liwa—Krui," katanya.

Dia mengungkapkan pemerintah yang memiliki kewenangan atas jalur Liwa--Krui jangan kaku hanya berlandaskan aturan, namun harus melihat kondisi kekinian intensitas kendaraan dan aktivitas manusia yang juga terus meningkat melalui jalur itu.

"Harapannya tentu secara keseluruhan sepanjang jalur Liwa—Krui ditingkatkan pembangunannya. Apalagi ini merupakan satu-satunya akses penghubung darat yang bisa dilalui kendaraan motor dan mobil dari Pesisir Barat menuju Lambar dan sebaliknya," ujarnya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar