#operasipasar#sembako

Warga Bandar Lampung Serbu Operasi Pasar Bahan Pokok

Warga Bandar Lampung Serbu Operasi Pasar Bahan Pokok
Ribuan warga menyerbu operasi pasar dan stabilitasi komoditi pangan pokok di Pasar Kangkung, Bandar Lampung, Sabtu, 12 Februari 2022. Lampost/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Ribuan warga menyerbu operasi pasar dan stabilitasi komoditi pangan pokok yang digelar di Pasar Kangkung, Bandar Lampung, Sabtu, 12 Februari 2022.

Sembari menunggu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi tiba di lokasi, warga berbaris melakukan antrean membeli kebutuhan bahan pokok yang diinginkan.

Pelaksanaan operasi pasar ini Bulog menyiapkan 1 ton beras premium Rp47.000/5 kg, 1 ton beras medium Rp42.000/5kg, 500 kg gula pasir Rp10.000/kg, 250 kg bawang merah Rp30.000/kg, dan 250 bawang putih Rp20.000/kg.

Kemudian PT. Tunas Baru Lampung menyiapkan 5.000 liter minyak goreng Rp14.000/liter, 600 kg gula pasir Rp12.500/kg, 100 pcs tepung beras Rp5.000/pcs, 100 pcs tepung ketan Rp9.000/pcs, 100 pcs sagu premium Rp6.500/pcs, 100 pcs sagu medium Rp5.000/pcs, dan 240 bihun Rp2.000/pcs.

Selanjutnya PINTAR/Ciomas menyiapkan 200kg daging ayam beku Rp30.000/kg. Lalu Pasar Mitra Tani/Toko Tani Indonesia Centre menyiapkan 250 kg sapi beku Rp80.000/kg, 50kg cabe merah keriting Rp26.000/kg, 10kg cabe rawit merah/caplak Rp8.000/250grm, 20 kg bawang merah brebes Rp30.000/kg, 600 kg beras Rp45.000/5kg, 150kg beras sera organik Rp100.000/5kg dan 200 kg beras rojo lele Rp97.000/10 kg.

"Saya sengaja dateng untuk melihat operasi pasar. Saya beli 2 liter minyak goreng, sekarung beras dan daging ayam. Untuk kebutuhan sehari-hari. Pengennya setiap minggu ada operasi pasar begini dengan harga murah," kata Warga Teluk Bandar Lampung Suratno.

Begitupun disampaikan oleh Warga Kupang Bandar Lampung, Ikhwan Zainudin mengatakan adanya operasi pasar bisa membantu masyarakat, tetapi protokol kesehatan pencegahan covid-19 secara melekat seperti menjaga jarak tidak berkerumun dan menggunakan masker.

"Pengennya warga operasi pasar ini berlanjut, jangan cuma sekedar seremonial," katanya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait