#covid-19#pakaiMasker#kesehatan

Warga Anggap Kondisi Membaik dan Abai Pakai Masker

Warga Anggap Kondisi Membaik dan Abai Pakai Masker
Ketaatan memakai masker di masyarakat mulai mengendur seiring melandainya kasu covid-19 di Lampung. (Foto:Dok.Lampost.co)


Bandar Lampung (Lampost.co)--Kasus covid-19 di Bandar Lampung dalam beberapa pekan terakhir memang mulai melandai. Namun, hal ini tak lantas kondisi sudah bebas dari virus corona dan warga harus tetap mengutamakan protokol kesehatan, terutama memakai masker di tempat umum.

Pemahaman ini ternyata masih banyak ditemukan di perkotaan. Seperti penelusuran Lampost.co, sejumlah pedagang di pasar tradisional masih tak banyak yang memakai masker saat berjualan. Sementara pembelinya pun boleh dibilang  perbandingannya 1:1 antara yang memakai masker dan tidak memakai msker.

"Lupa, ketinggalan maskernya. Lah wong wes ora ono covid," jawab Karti, pedagang sayur yang menghampar di pinggir jalan Pasar Kankung, Telukbetung, Minggu, 14 November 2021, saat ditanya soal masker.

Pedagang lain di samping Karti juga ikut nimbrung. "Bikin susah covid itu, dagangan jadi sepi. Sekarang mulai normal, banyak yang belanja. Pakai masker kalau ada razia aja," ucap pedagang buah.

Kepatuhan memakai masker ini mulai mengendur di kalangan masyarakat, padahal saat ini harga masker yang dijual pun sudah jauh lebih murah. Jika pada awal pandemi harga masker medis 3 lapis dibanderol Rp250 ribuan per boks ini 50 lembar, saat ini harganya hanya belasan ribu saja. 

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, bahwa ada beberapa kabupaten/kota di Tanah Air yang memiliki skor kepatuhan memakai masker kurang dari 60%. Padahal memakai masker merupakan salah satu protokol kesehatan untuk mencegah penularan dan penyebaran Covid-19. 

"Masih ada sekitar hampir 11% kabupaten/kota dengan skor kepatuhan memakai masker kurang dari 60%," kata Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny Harry B Harmadi, dalam dialog bertajuk Tahan Diri Libur Akhir Tahun yang diikuti secara virtual, Jumat (12/11).

"Ini perlu menjadi perhatian kita semua karena memang masih ada potensi gelombang ketiga yang mengancam," papar Sonny.

Pelonggaran aktivitas di daerah-daerah yang level PPKM-nya turun juga selalu diiringi dengan pengetatan pelaksanaan protokol kesehatan. Pihaknya juga meminta masyarakat agar memperhatikan infrastruktur bangunan bila hendak mengadakan acara yang melibatkan banyak orang mengingat saat ini acara-acara berskala besar telah diperbolehkan untuk diadakan.

"Misalnya dengan memperhatikan sirkulasi dan ventilasi udara, pintu masuk dan keluar yang berbeda. Jadi memang masyarakat diminta melakukan penyesuaian-penyesuaian agar bisa menyediakan fasilitas yang dapat mendukung dan mendorong kepatuhan protokol kesehatan," jelasnya.

EDITOR

Sri Agustina

loading...




Komentar


Berita Terkait