#unila#kpk#rektorunila#suapunila

Warek: Tindakan Oknum Jangan Sampai Bikin Unila Terpuruk

Warek: Tindakan Oknum Jangan Sampai Bikin Unila Terpuruk
Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan TIK Unila, Prof Suharso. Lampost.co/ Andre Prasetyo Nugroho


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Wakil Rektor (Warek) IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan TIK Universitas Lampung (Unila), Prof Suharso menilai empat rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penerimaan mahasiswa baru (maba) jalur mandiri sudah cukup bagus sebagai upaya menuju jalan transparansi. 

"Selama ini kita tidak transparan. Transparasi memang cukup dilakukan, tetapi urusannya kan oknum. Apapun sistemnya, kalau oknumnya juga bermasalah, ya bermasalah," katanya, Senin, 29 Agustus 2022. 

Baca: Alasan Status ASN Tersangka Suap Unila tidak Langsung Dipecat

 

Menurutnya, Unila adalah lembaga besar. Jangan sampai hanya karena tindakan satu atau dua orang menjadikan Unila terpuruk. 

"Jangan karena mereka Unila langsung tenggelam. Itu namanya oknum. Di mana pun tempatnya akan terjadi," ujar dia. 

Meski pimpinan Unila terjerat operasi tangkap tangan (OTT) KPK, Suharso yakin Unila akan bangkit dan terus melaksanakan proses belajar mengajar seperti biasa. 

"Yang kita upayakan terjadi seperti saat ini Pak Plt Rektor juga sudah mengecek bahwa semua sudah berjalan seperti biasa proses perkuliahan," ujarnya. 

Baca juga: Unila Siap Akomodir Rekomendasi KPK terkait Penerimaan Maba Jalur Mandiri

 

Empat rekomendasi tersebut adalah; Pertama, Kemendikbudristek mengaudit terbatas secara cepat kepada perguruan tinggi negeri untuk memetakan kelemahan dalam proses penerimaan. Kedua, Kemendikbudristek diminta menyusun panduan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam proses penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri yang berisi tentang ketentuan untuk membuka informasi tentang jumlah kursi atau kuota yang tersedia, indikator/kriteria penentuan kelulusan.

Ketiga, proses penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri agar dilakukan secara digital. Digitalisasi dalam rangkaian proses penerimaan mahasiswa baru akan lebih memberikan kepastian, transparansi, dan mempercepat. Dan keempat, memperkuat pengawasan dan mendorong pelibatan partisipasi masyarakat untuk menyampaikan laporan melalui kanal pengaduan baik yang dikelola oleh Kemendikbudristek maupun melalui platform JAGA Kampus yang dikelola KPK. 

EDITOR

Sobih AW Adnan


loading...



Komentar


Berita Terkait