#EKONOMISYARIAH#SYARIAHCORNER

Wapres Sebut Ekonomi Syariah Sudah Lama Ada di Masyarakat 

Wapres Sebut Ekonomi Syariah Sudah Lama Ada di Masyarakat 
Ilustrasi perbankan syariah. Foto: Antara/Ismar Patrizki


Bandar Lampung (lampost.co) -- Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia terjadi cukup pesat. Hal itu disebabkan masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam.

Wakil Presiden (Wapres), Maruf Amin, menjelaskan, ekonomi syariah sudah ada sejak lama di masyarakat. Penerapan ekonomi dengan sistem syariah sudah banyak diadopsi masyarakat. Menurutnya, masyarakat memiliki banyak istilah pada kebiasaan yang sebenarnya sudah menganut sistem syariah. Hal itu membuat ekonomi syariah mudah diterima dan berkembang.

"Kalau orang Jawa itu ada namanya maro, mertelu, itu adalah membagi hasil pertanian," kata Wapres dalam wawancara khusus program Syariah Corner di Metro TV Lampung.

Itu yang disebut dengan Qiradh dalam Islam, maksudnya membagi keuntungan. Kemudian ada juga Qardh atau memberikan hutang.

Sistem ekonomi Islam di Indonesia mulai dilembagakan pada 1992, yakni pendirian bank Muamalat. Bank Syariah pertama itu menjadi tindak lanjut dari lokakarya MUI.

"Pada lokakarya MUI pada saat itu sepakat untuk membangun sistem ekonomi tanpa riba," ujarnya.

Padahal, lanjut mantan Ketua MUI itu, pada tahun itu belum ada undang-undang tentang perbankan syariah. Bank itu didirikan berlandaskan dasar-dasar yang disepakati bersama.

Indonesia baru memiliki undang-undang tentang perbankan syariah pada 2011. Mulai dari tahun itu, terjadi perkembangan yang cukup pesat pada dunia perbankan islam.

"Sebagai upaya membangun ekonomi syariah di Indonesia yang berpenduduk mayoritas Islam, dan menjadi pusat ekonomi syariah," kata dia.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait