#hipnotis#kalianda

Wanita Paruh Baya di Kalianda Jadi Korban Hipnotis

( kata)
Wanita Paruh Baya di Kalianda Jadi Korban Hipnotis
ilustrasi dok Lampost.co


Kalianda (Lampost.co) -- Seorang wanita paruh baya menjadi korban tindak kejahatan hipnotis, Kamis 19 Maret 2020. Akibatnya, korban mengalami kerugian mencapai puluhan juta rupiah. Pelaku berdalih mempertanyakan Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) kepada korban.

Korban diketahui, Samik (65) warga Dusun VI Tebingdamar, Desa Palembapang, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. Ia merasa telah dihipnotis oleh dua orang tak dikenal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, kedua pelaku yang mengendarai motor jenis Honda Beat tanpa nomor polisi itu mendatangi korban. Dimana, kedatangan kedua pelaku itu untuk mempertanyakan bantuan PKH.

Baca Juga: Polisi Bekuk Dua Pelaku Pembobol Warung di Rawajitu Timur 

Menurut Samik, peristiwa itu berawal saat dirinya hendak mengambil air minum di dapur. Namun, tiba-tiba satu orang mengikuti dirinya hingga masuk kedalam rumah dan satu orang menunggu di depan rumah.

"Meraka menanyakan tentang bantuan PKH saat saya masuk ke dapur mengambil air minum. Tapi, satu orang mengikuti saya sampai ke dalam rumah. Setelah kami keluar dari dapur, mereka meminta saya melepaskan cincin yang saya pakai lalu ditukar dengan cincin palsu," katanya.

Setelah menukar cincin itu, kata Samik, kedua pelaku lalu pergi dengan membawa dua buah cincin seberat 4 gram. Ketika pelaku kabur, ia tersadar langsung berteriak meminta tolong.

"Saya enggak tau kok nurut aja saat mereka minta melepaskan dua cincin yang saya pakai. Masing-masing cincin seberat 2 gram. Saya baru sadar kalau cincin saya ditukar dengan cincin mainan yang dijual di pasar. Saat mereka kabur dan baru bisa teriak minta tolong," kata dia.

Sementara itu, Susi (30) salah satu tetangga korban mengatakan peristiwa yang dialami korbam begitu cepat. Padahal, sekitar pukul 08.00 WIB saat itu ia tengah duduk santai di depan rumahnya.

"Saya lagi duduk mendengar teriakan meminta tolong saya pikir ada apa. Begitu sampai kedepan saya liat ibu Samik sedang nangis-nangis. Tapi, sayang kedua pelaku sudah pergi," katanya.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...


Berita Terkait



Komentar