#beritalampung#beritabandarlampung#walhi

Walhi: Warga Persoalkan Penambangan Batu Pakai Bahan Peledak, Berarti Ada Yang Salah

Walhi: Warga Persoalkan Penambangan Batu Pakai Bahan Peledak, Berarti Ada Yang Salah
Direktur Walhi Lampung Irfan Tri Musri. Lampost.co/Andi Apriadi


Bandar Lampung (Lampost.co): Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Lampung menilai, proses penggalian batu menggunakan peledak di tambang batu PT Wahana Mitra Perdana Lampung, ada sesuatu keliruan dan kesalahan.

Hal itu, sehingga menyebabkan kerasahan warga Kampung Gunung Pekuwon dan Way Tuba, Kecamatan Gunung Labuhan, Kabupaten Way Kanan, terdampak.

"Kalau warga mempersoalkan tambang batu pakai peledak, berarti ada sesuatu yang keliru dan salah dalam proses penggunaan bahan peledak itu," ujar Direktur Walhi Lampung, Irfan Tri Musri, Selasa, 25 Oktober 2022.

Irfan mengatakan, perlunya pemerintah kebupaten, Dinas Lingkungan Hidup dan dinas terkait turun melihat langsung dampak penggunaan bahan peledak tersebut.

Baca juga: 33 ribu Keluarga Bandar Lampung Diberi Bantuan Beras pada November

"Karena penggunaan bahan peledak bukan hanya berbicara dampak. Sebab, dampaknya banyak, seperti menimbulkan getaran, pentalan batu sampai ke kebun tempat warga sedang beraktivitas. Jadi pemerintah kebupaten maupun dinas terkait harus turun," paparnya.

Disisi lain, lanjut Irfan, dalan hal ini juga perlu dikeroscek seperti administrasi dan perizinan penggunaan bahan peledak ini apakah sudah memiliki persetujuan dari warga dan kepolisian.

"Karena penggunaan peledak wajib memiliki izin dari kepolisian serta warga sekitar," paparnya.

Sementara terkait, pihak perusahaan tambang batu mengklaim sudah ada sosialisasi. Namun, warga sendiri mengaku tidak ada sosialisasi maupun pemberitahuan penggunaan bahan peledak berarti ada prosedur yang salah.

"Karena pada dasarnya membeli bahan peledak dan akan digunakan harus dapat persetujuan warga yang terdampak serta pihak kepolisian," ungkapnya.

Dia menambahkan, untuk aktivitas pertambangan menggunakan peledak izinnya boleh diterbitkan. Tapi harus dilihat dulu biografis wilayahnya karena ada beberapa wilayah yang tidak boleh penambang pakai peledak seperti dekat pemukiman warga, karena dapat menimbulkan dampak negatif baik itu kepada bangunan maupun keselamatan warga sekitar.

"Kalau untuk jarak titik aman minimal 300 sampai 500 meter dari tempat titik peledakan. Kalau dengan jarak segitu masih menimbulkan dampak negatif itu harus ada evaluasi, tekait teknis atau jumlah bahan peledak dikurangi. Karena bagaimana pun kenyamanan dan keamanan masyarakat itu yang harus diutamakan," tandasnya.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait