#lingkungan#pencemaran#limbah

Walhi Soroti Temuan Limbah Aspal di Desa Kunjir

Walhi Soroti Temuan Limbah Aspal di Desa Kunjir
Limbah seperti aspal ditemukan di pesisir Desa Kunjir, Lampung Selatan. (Foto:Dok.Walhi)


Bandar Lampung (Lampost.co)--Walhi Lampung menyoroti kasus pencamaran lingkungan hidup di wilayah pesisir Provinsi Lampung terkait kasus pembuangan limbah yang diduga minyak mentah dari kapal tanker pada September 2021 lalu yang belum terungkap dan kini ada kasus serupa di Desa Kunjir.

Direktur Walhi Lampung, Irfan Tri Musri, mengatakan hingga saat ini belum ada kejelasan terkait sejauh mana upaya penyelidikan dan pengungkapan kasus dugaan pencemaran lingkungan tersebut.

Namun, kasus tersebut belum tuntas, kembali ditemukan kejadian serupa, tepatnya di Desa Kunjir, Lampung Selatan.
Berdasarkan pengamatan Walhi Lampung bersama masyarakat Desa Kunjir, pada Senin, 18 Oktober 2021 , ditemukan gumpalan hitam seperti aspal yang diduga minyak mentah di beberapa titik di desa tersebut.

"Masyarakat Desa Kunjir mengatakan bahwa pencemaran limbah merupakan kejadian yang terus terulang, hampir setiap setahun sekali pembuangan limbah terjadi, namun pada kejadian yang sebelumnya masyarakat belum melaporkan kepada pihak yang berwenang karena dampak yang ditimbulkan tidak dirasakan langsung," ujar Irfan, Rabu, 20 Oktober 2021.

Menurutnya, masyarakat Desa Kunjir  merasakan dampak pencemaran limbah yang terbentang di sepanjang area pesisir, seperti para nelayan tidak melaut dan masyarakat yang bekerja di sektor wisata turut pemasokannya turun akibat sepinya pengunjung.

"Jadi percuma kejadian bulan lalu Kepolisian, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) turun lapangan melakukan pengumpulan bukti karena tidak dapat mengungkap siapa pelakunya dan menjatuhkan sanksi yang tegas. Jangan sampai muncul rasa kecurigaan dan ketidakpuasan oleh publik akibat lambannya proses penegakan hukum dalam kasus ini dan kurang transparannya pemerintah dan kepolisian dalam pengungkapan kasus ini," paparnya.

Walhi meminta Polda Lampung dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung untuk segera melakukan penyelidikan dan mengusut tuntas pelaku pencemaran limbah tersebut. Pihaknya akan mengawal terus kasus ini. 

Sementara, Plt Kadis Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, Murni Rizal, mengatakan temuan oleh Walhi dan warga sekitar di Desa Kunjir Lampung Selatan, menduga limbah aspal tersebut, sama dengan limbah yang muncul di sepanjang pesisir Lampung, beberapa waktun lalu, bukan dugaan pembuangan limbah terbaru.

"Kamis kemarin, kami bersama KLHK sudah turun ke lapangan verifikasi (pesisir Lampung), kemungkinan itu sisa lama yang masih mengendap di bakau-bakau, terus ke luar lagi," ujarnya, Rabu, 20 Oktober 2021.

Upaya Dinas Lingkungan Hidup usai verifikasi segera dilakukan pemulihan, dan pembersihan sisa limbah di sekitar perairan di sekitar lima Kabupaten di Lampung yang ditemukan adanya limbah.

"Termasuk yang sudah dibersihkan masyarakat akan kita angkut, dan yang masih tersembunyi di pinggir pantai, atau yang belum termonitor, sudah kira telusuri dan verifikasi," paparnya.

Terkait proses penegakan hukum, dugaan asal limbah, saat ini tengah ditangani Gakkum KLHK dan Mabes Polri. termasuk hasil uji lab sample. 

EDITOR

Sri Agustina

loading...




Komentar


Berita Terkait