#beritalampung#beritalampungterkini#pencemaranlingkungan#tpa

Walhi Sebut Pencemaran Lingkungan akibat Limbah TPA Masuk Pidana

Walhi Sebut Pencemaran Lingkungan akibat Limbah TPA Masuk Pidana
Embung yang dibangun dengan anggaran ratusan juta rupiah milik Pemkab Lamsel di Natar tercemar limbah TPA. Akibat, tercemarnya embung tersebut, puluhan hektare lahan pertanian terbengkalai. Dok


Kalianda (Lampost.co) -- Keberadaan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Kecamatan Natar yang pembangunannya menelan anggaran Rp15 miliar justru mencemari lahan pertanian masyarakat yang berada di sekitar lokasi TPA.

Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Lampung Irfan Tri Musr  meminta Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bertanggung jawab atas tercemarnya lingkungan sekitar TPA dan lahan pertanian warga sekitar. Selain itu, dia juga menyarankan Pemkab mengevaluasi pengelolaan limbah tersebut.

Baca juga: Warga Kecewa Pekerjaan Tambal Sulam Jalinsum di Natar 

Menurut dia, persoalan hukum soal pencemaran lingkungan oleh TPA di Natar sangat jelas ada dalam Undang-Undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. "Pemerintah Lampung Selatan wajib memberikan ganti rugi terhadap lahan yang dicemari. Selanjutnya pemerintah juga harus memulihkan lingkungan yang ada di sekitar terutama yang tercemar itu, yang didahulukan dengan audit lingkungan," katanya, Minggu, 25 September 2022.

Dia menambahkan jika memang ada anggaran optimalisasi sekitar Rp4 miliar, tidak ada pekerjaannya berarti ada penyelewengan. KPK dan Kejaksaan wajib turun tangan menyelidiki apakah benar ada tidak pidana korupsi didalam TPA Natar.

"Yang berhak melakukan penyelidikan adalah KPK dan Kejaksaan terhadap TPA itu. Kalau benar, harus ditindak tegas," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) TPA Tanjungsari, Natar, Iswandra mengakui semenjak bertugas di TPA itu tidak pernah ada perawatan apa pun. Namun, dia mengaku tidak mengerti terkait anggaran optimalisasi Rp4 miliar.

"Nggak tahu, dari awal saya masuk  sampai saat ini belum ada sepertinya perawatan-perawatan di TPA, " katanya.

Dalam LPSE Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dijelaskan kode tender 64401064, dengan nama tender Optimalisasi TPA Natar tanggal 11 Mei 2020, pekerjaan konstitusi, anggaran APBN dengan nilai HPS, Rp3.999.997.900,57. Adapun nama pemenang dari pekerjaan optimalisasi CV Abdi Karya Pratama beralamat Jalan  Raya Way Kanan No. 15, Blambangan Umpu Way Kanan, Way Kanan (Kab.),  Lampung.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait