#tambang#lingkungan

Walhi Lampung Minta Polda Tindak Tegas Tambang Ilegal Campang Raya

Walhi Lampung Minta Polda Tindak Tegas Tambang Ilegal Campang Raya
Garis polisi terpasang di lokasi penambangan batu di Bukit Campang Raya, Sukabumi. Dok Walhi Lampung


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Eksekutif Daerah Lampung mengapresiasi langkah Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung yang telah menyegel lokasi tambang batu karena diduga ilegal di Jalan Almuddin Umar, Campang Raya.

Meski begitu, Direktur Ekskutf Walhi Lampung, Irfan Tri Musri berharap, Polda tetap meneruskan penyelidikan hingga penyidikan terkait kelengkapan perizinan yang dimiliki pengelola tambang tersebut. Sebab, sudah lebih dari lima tahun belum ada ketegasan proses hukum berdasarkan undang-undang yang berlaku.  

"Jika benar tidak memiliki dokumen maka harus ditindak," ujar Irfan, Kamis, 18 Maret 2021.

Baca: Polda Lampung Tutup Tambang Batu di Campang Raya

 

Irfan juga mengatakan, tambang tersebut sudah cukup merugikan warga karena debu yang ditimbulkan berdampak terhadap lingkungan hidup dan berpotensi menimbulkan bencana ekologis seperti longsor dan banjir.

"Menurut kami tindak pidana ini merupakan delik formil, bukan merupakan suatu tindak pidana delik laporan sehingga ada keleluasaan bagi Polda Lampung dalam melakukan upaya penegakan hukum. Polda Lampung pun sebenarnya bisa bertindak tanpa adanya laporan dari Walhi," kata dia.

Irfan berharap Polda tetap konsisten dan serius menangani persoalan tambang ilegal di Campang Raya dan juga beberapa titik tambang lain di Kota Bandar Lampung.

"Harus diproses hingga tuntas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Toh, di undang-undang  sudah jelas bahwa tambang tak berizin merupakan suatu tindak pidana," kata Irfan.

Sebelumnya diberitakan, Subdit IV Tindak Pidana Tertentu Ditreskrimsus Polda Lampung menyelidiki dugaan penambangan ilegal di Bukit Campang Raya, Sukabumi. Polda memasang garis polisi di lokasi tambang sejak Selasa, 16 Maret 2021. Penutupan dilakukan atas pertimbangan laporan dari Walhi Eksekutif Daerah Lampung. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait