#walhi#plazaliving

Walhi Kecam Ancaman Pengawas Proyek Plaza Living

Walhi Kecam Ancaman Pengawas Proyek Plaza Living
Kondisi pembangunan Plaza Living di Rajabasa, Bandar Lampung. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Lampung mengecam keras tindakan dari pengawas proyek Plaza Living yang mengancam masyarakat agar tidak melapor dampak pembangunan tersebut kepada siapapun. 

Direktur Eksekutif Walhi Lampung, Irfan Tri Musri, mengatakan masyarakat memiliki hak untuk mengadu tentang dampak yang akan terjadi akibat pembangunan di sekitar lingkungannya.

"Perusahan tidak bisa mengintervensi, apalagi dengan iming-iming ketika masyarakat meminta bantuan lain tidak diberikan solusi dari mereka," kata Irfan, Jumat, 7 Mei 2021.

Dia menilai, tindakan itu tidak pantas dilakukan perusahaan terhadap upaya masyarakat yang menggalang kekuatan untuk meminta bantuan pihak lain. Sebab, upaya itu untuk kepentingan masyarakat sendiri.

"Kami minta masyarakat untuk tetap sesuai tujuan. Masyarakat punya hak meminta pertolongan dan tidak ada satupun pihak yang boleh menghalangi, karena untuk kepentingan bersama," ujarnya.

Irfan juga menyesalkan komentar Plt Sekretaris Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Kota Bandar Lampung, Dekrison, saat rapat dengar pendapat bersama DPRD Kota, yang tidak mengetahui daerah pembangunan Plaza Living rawan banjir.

"Statment itu konyol, semua warga tahu itu rawan banjir. Percuma jadi ASN kalau tidak tahu," ujar dia.

Sebelumnya, warga Nunyai Rajabasa, Bandar Lampung, mengaku mendapat larangan dari pengawas proyek Plaza Living jika melapor ke Walhi. Bahkan, masyarakat sekitar pembangunan pusat perbelanjaan itu sempat mendapati ancaman. 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait