Walhimal

Walhi Ancam Hadang Alat Berat Pembangunan Living Plaza

Walhi Ancam Hadang Alat Berat Pembangunan Living Plaza
Lokasi yang direncanakan akan dibangun Mal Living Plaza. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Lampung mengancam akan menghadang lat berat yang akan masuk untuk membangun Pusat Perbelanjaan Living Plaza Lampung di Kelurahan Rajabasa Nunyai, Kecamatan Rajabasa.

Sebab, lokasi itu masuk dalam dua zona yang bertentangan dengan yang diatur dalam Perda RTRW 2011-2030 Pemkot Bandar Lampung.

Dari peta dokumen amdal yang dipadukan dengan peta Perda RTRW, sebelah kiri (bagian rawa ke belakang) masuk ke dalam zona pemukiman kepadatan sedang. sedangkan bagian kanan (dari rawa ke jalan) masuk ke dala kawasan pendidikan tinggi.

"Hasil pantauan kami memang lokasi itu rawan banjir. Bisa dibuktikan jejak digitalnya ada di media juga banyak," ujar Direktur Walhi Daerah Lampung, Irfan Tri Musri, Kamis, 21 januari 2021.

Selain itu, pihaknya juga tengah berkomunikasi dengan warga sekitar. Masyarakat banyak yang tidak mendapatkan sosialisasi dan menolak. Sebab, khawatir terkena banjir, karena sudah merasakan dampak.

"Kami bangun komunikasi dengan warga, nanti kami adakan pertemuan di Walhi, karena banyak juga yang nolak. Berarti bukan cuma Walhi saja yang nolak," paparnya.

Tentunya rencana walhi untuk mengirim surat ke Pemkot Bandar Lampung tentang penolakan juga bakal disertakan dengan pernyataan warga. Begitu pula surat balasan Ke Dinas Lingkungan Hidup Bandar Lampung terkait penolakan izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), hingga penolakan izin lingkungan.

"Segala macam upaya kami cegah. Bila perlu alat beratnya masuk, kami hadang," paparnya.

Atas penolakan itu, pihaknya pun telah menyurati DLH Bandar Lampung dan Walikota Bandar Lampung agar menolak terbitnya izin Amdal, yang nantinya juga bermuara ke izin lingkungan.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait