#unila

Wakil Rektor IV Unila Sebut IRC Digunakan Sebagai Pusat Penelitian Sains

Wakil Rektor IV Unila Sebut IRC Digunakan Sebagai Pusat Penelitian Sains
RSPTN Unila yang akan dibangun bersamaan dengan IRC guna menjawab tantangan penelitian ke depan, Senin, 7 Maret 2022. (Lampost.co/Andre Prasetyo Nugroho)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerjasama, Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Lampung (Unila) Prof. Suharso mengatakan Integrated Research Center (IRC) akan dijadikan pusat riset di Unila nantinya. Riset tersebut menjangkau kesehatan, kimia, biologi, geologi, dan lainnya. 

"Nanti kami arahkan kepada masalah masalah kesehatan. Tapi bukan hanya itu saja, karena kan luas. Tapi kan fokusnya memang kesehatan itu peralatan yang kami beli juga arah ke sana. Semua kan bisa terlibat seperti farmasi, biologi, kimia, teknik juga bisa terlibat dibuat. Misalkan, ya orang teknik punya kemampuan untuk buat kaki buatan,"katanya saat ditemui di ruangannya, Senin, 7 Maret 2022.

Menurut Suharso, IRC ini juga sebagai wadah untuk mahasiswa dan dosen melalukan riset dan penelitian di pusat terpadu ini. 

"IRC ini untuk memperkuat laboratorium yang ada di fakultas-fakultas," ujarnya. 

Baca juga: Rumah Sakit Unila Siap Digunakan untuk Isolasi Covid-19

Suharso juga mengatakan peremajaan alat-alat laboratorium harus lebih mutakhir di IRC, karena riset harus didukung alat yang baik. 

"Alatnya harus terbaru, kalau yang ada sekarang kan umurnya udah 10 tahun udah lama," ucapnya. 

Suharso menambahkan bahwa IRC ini sebagai jawaban dari tantangan ke depan universitas sebagai pembangun peradaban ilmu pengetahuan. 

"Jadi masalah yang ada di rumah sakit bisa dibawa ke IRC," jelasnya. 

Untuk masalah dana, ia pun menjelaskan setelah mendapat dana dari Asian Development Bank (ADB) sebesar 600 miliar rupiah, IRC dianggarkan sebesar 40 miliar rupiah. 

"Kami kurangi subsidi. Kami prioritas ke rumah sakitnya. Selebihnya, nanti kan peralatan, pelatihan, dan sebagainya," jelasnya. 

Terakhir, Suharso mengatakan meski ini proyek jangka panjang 5 tahun, dan ketika Suharso tidak menjadi Wakil Rektor IV kembali, pembangunan ini dapat dipikirkan ke depan oleh rektor selanjutnya. 

"Tahun ini kami juga menggunakan anggaran itu yang sudah bisa terpakai tuh Rp17 miliar itu riset dulu. Kemudian latihan persiapan baru tahun kedua nanti pembangunan. Nah, yang tahun ketiga bisa jadi sudah rektor baru tapi duitnya masih ada ya itu terserah gimana cara berpikir mendatang," pungkasnya. 


 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait