#rerie#covid-19

Wakil Ketua MPR Waspadai Peningkatan Kasus Covid-19

Wakil Ketua MPR Waspadai Peningkatan Kasus Covid-19
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. Dok


Jakarta (Lampost.co) -- Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mewaspadai adanya peningkatan kasus covid-19 setelah lebaran. Sebab, meski aturan pembatasan diberlakukan, masih terjadi mobilitas manusia antardaerah.

"Para pemangku kepentingan harus segera mengantisipasi potensi peningkatan kasus itu," kata Lestari Moerdijat saat membuka diskusi daring bertema Antisipasi Gelombang Baru Covid-19 yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu, 19 Mei 2021.

Dia berharap para pemangku kepentingan di daerah dapat melaporkan kondisi sebaran kasus positif Covid-19 dengan data akurat.

Rerie, sapaan akrab Lestari juga meminta pemangku kepentingan di daerah jangan hanya mengejar wilayahnya masuk zona hijau atau kuning demi melakukan aktivitas ekonomi. Namun, bisa benar-benar melakukan tracing, testing dan treatments (3T) untuk mengetahui kondisi penyebaran Covid-19.

Sebab, lanjut anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, upaya komunikasi dan sosialisasi Covid-19 harus ditingkatkan agar pemangku kepentingan dan masyarakat lebih memahami risiko yang dihadapi.

Pemahaman menjaga diri, keluarga dan lingkungan dari penularan virus korona, sama dengan menjaga bangsa, sehingga memperkuat pengendalian Covid-19 di tanah air.

Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, mengungkapkan untuk mengetahui persiapan pemerintah dalam mengantisipasi potensi ledakan kasus positif Covid-19 pascalebaran, pihaknya akan memanggil Menteri Kesehatan dan Satgas Covid-19 dalam waktu dekat.

Komisi IX DPR RI, menurut Felly, secara aktif akan mengawal sejumlah kebijakan pemerintah dalam pengendalian Covid-19 di tanah air. Sosialisasi terkait upaya pengendalian dan risiko penyebaran virus korona di tanah air terus ditingkatkan, agar pemahaman masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19 bisa lebih baik.

Di akhir diskusi, jurnalis senior, Saur Hutabarat, menilai ada persoalan besar yang dihadapi pemangku kepentingan dalam membuat kebijakan pengendalian Covid-19 jelang lebaran.

"Ternyata, hasrat mudik masyarakat mengalahkan ketakutan akan kematian akibat terpapar virus korona. Perlu kajian dan evaluasi menyeluruh sejumlah kebijakan pengendalian Covid-19agar efektivitas kebijakan sesuai harapan," kata dia.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait