#rerie#pancasila

Wakil Ketua MPR Ajak Masyarakat Perkuat Ideologi Pancasila

Wakil Ketua MPR Ajak Masyarakat Perkuat Ideologi Pancasila
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. Dok


Jakarta (Lampost.co) -- Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengajak masyarakat untuk memperkuat ideologi bangsa dan bukan mempertentangkannya. Hal itu untuk menghadapi berbagai tantangan yang akan dihadapi.

"Pancasila sebagai pilar utama ideologi bangsa membuktikan mampu menghadapi berbagai tantangan yang terjadi di masa lalu dan saya yakin nilai-nilai Pancasila masih relevan saat ini hingga masa datang," kata Lestari Moerdijat saat Ceramah Pakar secara daring berjudul Wawasan Kebangsaan Kepemimpinan Pancasila dengan Memperhatikan Potensi Kearifan Lokal dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan 2 Tahun 2021, Pusat Pengembangan SDM Kementerian Dalam Negeri Regional Bukittinggi, Selasa, 18 Mei 2021.

Menurut Lestari, Pancasila tidak hanya bisa dilihat sebagai asas dalam bernegara. Namun, harus bisa sebagai dasar berprilaku dalam keseharian sebagai anak bangsa.

Untuk itu, jelas Rerie, sapaan akrab Lestari, sebagai ideologi bangsa, Pancasila harus benar-benar dipahami tanpa harus mempertentangkannya lagi, yang justru berpotensi menciptakan konflik.

Di era globalisasi yang tanpa batas, ketaatan dalam melaksanakan nilai-nilai kebangsaan yang dimiliki seperti nilai-nilai persatuan, pluralisme dan kemanusiaan yang terkandung dalam Pancasila, akan memperkuat jati diri anak bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan.

Dalam kehidupan bernegara para pemangku kepentingan dan masyarakat, ujar anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, dibatasi dengan berbagai aturan dan etika yang harus dijalani dan ditaati.

Sehingga saat menghadapi berbagai perubahan yang terjadi saat ini, para pejabat publik harus bisa menyerap berbagai persoalan yang terjadi untuk dijadikan salah satu dasar dalam menghasilkan solusi yang diharapkan melahirkan kebijakan yang tepat.

"Dalam proses menyerap berbagai persoalan di tengah masyarakat, proses dialog yang konstruktif didasari nilai-nilai kesetaraan dan kemanusiaan harus dilakukan. Sehingga para pemangku kepentingan bisa menghasilkan kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait