#Bansos#Hukum#VirusKorona#BST

Wakapolres: Penyimpangan BST di Tuba Pasti Diperkarakan

Wakapolres: Penyimpangan BST di Tuba Pasti Diperkarakan
Waka Polres Tulangbawang Kompol Eko Nugroho saat memantau penyaluran BST di Kantor Pos Umit 2.


Menggala (Lampost.co) -- Wakapolres Tulangbawang Kompol Eko Nugroho mengultimatum petugas penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST). Ia mengamcam akan memperkarakan petugas yang kedapatan melakukan pungutan terdahap para penerima bantuan dari Kementerian Sosial terdampak wabah virus korona atau Covid-19.

"Apabila nanti kami temukan adanya pemotongan atau pungutan liar (Pungli), kami tidak akan segan-segan memprosesnya secara hukum," kata Eko mengingatkan para petugas agar tidak melakukan pungli penyaluran bantuan, Kamis, 14 Mei 2020.

Ketua Pelaksana Satuan Tugas (Satgas) Saber Pungli Kabupaten Tulangbawang menjelaskan, dalam penyaluran bantuan stimulus bagi warga terdampak wabah virus mematikan itu, pihaknya menerjunkan 105 personel untuk melaksanakan tugas pengamanan di tiga kantor Pos yangbada di Tulangbawang.

"Personel kami melakukan Pam pembagian BST di tiga Kantor Pos yakni Kantor Pos Menggala, Kantor Pos Unit ll, dan Kantor Pos Bogatama. Setiap Kantor Pos mendapatkan 35 personel Polri untuk Pam," ujar dia.

Kata Eko, personel yang bertugas di lapangan selain menjaga keamanan penyaluran bantuan, juga mengatur masyarakat penerima BST untuk tetap melakukan Physical Distancing atau menjaga jarak minimal 1 meter antar warga. Hal itu sebagai bentuk antisipasi agar tidak terjadi penyebaran Covid-19 selama berlangsungnya pembagian BST.

"Ini juga sebagai bentuk antisipasi dari kami sebagai aparat penegak hukum, agar tidak terjadi pemotongan dana BST yang diterima oleh masyarakat oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Sekaligus agar penyaluran BST tetab tertib dan mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 karena saat pengambilan bantuan ada kerumunan warga," katanya.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait