Inganpesanibujajajarakpakaimaskercucitangan

Wajib Protokol Kesehatan Melekat di Zona Merah

( kata)
Wajib Protokol Kesehatan Melekat di Zona Merah
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Lampung Reihana. Dok. Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Semua stakeholder terkait, baik pemerintah, swasta, perguruan tinggi, komunitas, masyarakat, maupun media berperan untuk bersama-sama terus melakukan pencegahan penularan Covid-19 di Lampung. Apalagi Bandar Lampung yang masuk zona merah sehingga protokol kesehatan wajib dilakukan secara melekat.

Berdasarkan update situasi pandemi Covid-19 di Lampung periode data 18 Maret 2020 sampai Jumat, 23 Oktober 2020, terdapat 1.522 kasus konfirmasi positif Covid-19 dengan perincian 62 kasus baru dan 1.460 kasus lama. Kemudian kasus suspect ada 68 kasus dengan perincian 12 kasus baru dan 56 kasus lama. Untuk pasien yang selesai isolasi ada 1.016 kasus dan konfirmasi positif yang meninggal ada 58 kasus.

Zona yang masuk kategori risiko tinggi penularan Covid-19 atau zona merah di Lampung, yakni Bandar Lampung. Kemudian risiko sedang atau zona oranye meliputi Metro, Pesawaran, Lampung Tengah, Tulangbawang, Tulangbawang Barat, dan Lampung Utara.

Wilayah dengan risiko rendah atau zona kuning meliputi Lampung Selatan, Lampung Timur, Pringsewu, Tanggamus, Pesisir Barat, Lampung Barat, dan Way Kanan. Sementara untuk kategori tidak ada kasus baru atau zona hijau, yakni Mesuji. 

Di Lampung pemeriksaan swab sudah dilakukan dan mencapai sekitar lima ribuan orang. Dalam sehari bisa mencapai 328 sampel, bergantung berapa sampel yang masuk. Libur panjang akhir Oktober 2020 ini juga harus sesuai penerapan protokol kesehatan.

Masyarakat juga diminta di rumah saja selama liburan. Apalagi mulai senin, warga yang masuk Bandar Lampung wajib rapid test di dua pos satgas, yakni Tugu Raden Intan Rajabasa dan di exit tol Polsek Sukarame.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Lampung, Reihana mengatakan protokol kesehatan secara melekat wajib dilakukan semua orang. Apalagi saat ini Bandar Lampung masuk zona merah yang artinya penyebaran Covid-19 tidak bisa dikendalikan. Apalagi di Bandar Lampung infonya ada bioskop yang dibuka, maka harus menjadi perhatian.

"Saya mengharapkan Satgas Bandar Lampung mengevaluasi karena sudah zona merah. Aktivitas keramaian atau bioskop harus ditinjau lagi. Kalaupun bioskop dibuka harus menggunakan protokol kesehatan ketat, maksimal diisi 25% dari kapasitas ruang bioskop. Tidak boleh diisi lebih dari 25%," kata Reihana di Posko Covid-19, Jumat, 23 Oktober 2020.

Kepala Dinas Kesehatan Lampung itu menambahkan pada Senin, 26 Oktober 2020, akan ada rapat bersama Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan mengundang wali kota Bandar Lampung. Gubernur sekaligus Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Lampung, Arinal Djunaidi akan memberikan arahan-arahan untuk bersama-sama melakukan langkah-langkah strategis. Protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun atau handsanitizer wajib dilakukan.

"Ingat zona merah ini penularan tidak bisa dikendalikan. Masker jangan pernah dilepas, kalaupun mau dilepas cari tempat yang aman. Jaga jarak dan cuci tangan pakai sabun. Peningkatan kasus di Bandar Lampung sangat signifikan. Kita bersama-sama membantu Bandar Lampung keluar dari zona merah," katanya.

Apalagi ada pedemo aksi massa yang terkonfirmasi positif Covid-19 setelah mengikuti demo menolak pengesahan UU Cipta Kerja bersama ribuan mahasiswa dan buruh di depan kantor DPRD Lampung, Rabu, 7 Oktober 2020 kemarin. Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut, yakni pasien nomor 1.353, laki-laki, usia 43 tahun asal Bandar Lampung. Kemudian pasien nomor 1.370, laki-laki 20 tahun asal Pesawaran. 

"Untuk tracing pedemo dilakukan satgas kota/kabupaten. Untuk tracing demo ini sangat sulit, perlu kesadaran dari masyarakatnya melapor," katanya.

Satgas Covid-19 baru-baru ini mengampanyekan #ingatpesanibu. Pemerintah berharap kampanye ingat pesan ibu efektif mengajak masyarakat disiplin menerapkan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Pemerintah melalui #satgascovid19 tak bosan-bosannya mengampanyekan #ingatpesanibu. Jangan lupa selalu menerapkan 3M, yakni #pakaimasker, #jagajarak dan #jagajarakhindarikerumunan, serta #cucitangan dan #cucitanganpakaisabun.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...




Komentar


Berita Terkait