#DEMO#BBM#METRO

Wahdi Terima Tuntutan Pendemo di Metro

Wahdi Terima Tuntutan Pendemo di Metro
Wali Kota Metro, Wahdi Sirajuddin saat menerima para pendemo. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Wali Kota Metro, Wahdi Sirajuddin menerima dan akan menindaklanjuti tuntutan para pendemo. Massa yang unjuk rasa tersebut terdiri dari aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kota Metro dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Metro.

Wali Kota Metro, Wahdi Sirajuddin beserta jajaran menerima aspirasi yang disampaikan oleh massa aksi yang nantinya akan ditindaklanjuti. Mahasiswa juga diajak masuk bersama Wali Kota duduk lesehan bersama dan berdialog yang berlangsung damai antara mahasiswa.

Untuk diketahui, dalam orasinya, perwakilan mahasiswa Chairul Aji Bangsawan yang merupakan Ketua HMI Cabang Metro secara tegas menolak kenaikan harga BBM bersubsidi karena dinilai akan memperburuk kondisi ekonomi rakyat, terutama rakyat kelas bawah dan pelaku UMKM.

Wali Kota Metro Wahdi menyebut apa yang menjadi aspirasi mahasiswa ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari aspirasi masyarakat dan  menjadi tanggung jawab pemerintah.

Untuk itu, dirinya memastikan menerima dan menyerap setiap aspirasi dan tuntutan yang disampaikan massa aksi.

"Baik, saya terima keinginan teman-teman mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya di dalam halaman Pemkot Metro," ujar Wahdi, Senin, 19 September 2022.

Massa awalnya memulai orasi dari Tugu Pena yang terletak di Jalan A H Nasution atau tidak jauh dari Kantor Pemkot Metro.

Setelah melakukan orasi di Tugu Pena Kota Metro, peserta demo bergerak ke depan Kantor Pemkot Metro.

Setelah tiba di depan Kantor Pemkot Metro, peserta mengeluhkan adanya pagar kawat yang dipasang di depan pagar Kantor Pemkot Metro.

Ketua HMI Cabang Metro, Chairul Aji Bangsawan meminta kepada kepolisian untuk membuka pagar kawat yang berada di depan pagar Kantor Pemkot Metro tersebut. "Kami meminta kepada kepolisian untuk membuka pagar kawat ini dengan segera," kata dia.

Dia mengatakan, pagar kawat yang diletakkan di depan pagar Kantor Pemkot Metro merupakan kali pertama dilakukan. "Ini merupakan hal pertama dalam sejarah di Metro peserta demo dibatasi oleh pagar kawat seperti ini," kata dia.

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait