#Covid-19lampung#BERITAMETRO

Wahdi akan Dirikan Rumah Isolasi di Tiap KTN

Wahdi akan Dirikan Rumah Isolasi di Tiap KTN
Wali Kota Metro, Wahdi, didampingi Ketua IDI Kota Metro, Agung Budi Prasetiyono. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Pemerintah Kota (Pemkot) Metro berencana mendirikan rumah isolasi di masing-masing Kelurahan Tangguh Nusantara (KTN). Hal itu dilakukan untuk menyukseskan penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro. 

Wali Kota Metro, Wahdi, mengatakan, PPKM Mikro dan KTN adalah penanganan terpadu covid-19 berbasis warga. Dimana penanganan mulai dari RT, RW, dan seterusnya dilibatkan. Termasuk babinsa hingga kader PKK.

"Kami sudah ada 22 kampung tangguh di Metro yang fungsinya melakukan pencegahan, pembinaan, penatalaksanaan, dan pendukung. Nah, kita akan membentuk rumah isolasi di tiap KTN," kata dia, Kamis, 6 Mei 2021. 

Wahdi menjelaskan dalam pembentukan rumah isolasi di tiap KTN untuk penanganan warga yang positif Covid-19. Kemudian, meminta penderita tidak boleh melakukan isolasi di rumah sendiri.

"Untuk memutus mata rantai harus isolasi di KTN yang kami buat, supaya jelas dan tetap terpantau. Tapi kami buat di satu kecamatan dulu," ujarnya. 

Selain melakukan penanggulangan covid-19, KTN yang dikembangkan Pemkot Metro juga menangani masalah lainnya. Seperti sosial dan ekonomi, termasuk pemantauan orang dari luar Metro. Selain itu, penanganan juga dengan memberlakuan 3T dalam beberapa zona. Mulai dari Zona Hijau untuk daerah yang bebas kasus dalam satu wilayah RT. Zona kuning untuk kasus konfirmasi positif sebanyak satu atau dua rumah di satu RT.

"Kemudian zona oranye untuk tiga hingga lima rumah dalam satu RT dan seterusnya. Nah kalau zona merah berarti lockdown atau ditutup wilayah itu," kata dia.

Karena itu, Wahdi meminta semua pihak untuk bersama-sama menjaga wilayahnya agar Kota Metro bisa terbebas dari pandemi Covid-19.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Metro, Agung Budi Prasetiyono, mendukung rencana pembangunan rumah isolasi di tiap kelurahan Kota Metro untuk penanganan covid-19.

"Kami mengapresiasi kinerja Pemkot Metro dalam penanganan Covid-19. Terutama dengan rencana pembuatan ruang isolasi. Karena kalau masih di rumah, selain tidak ada yang mengawasi bagamana SOP yang benar. Itu bisa terjadi potensi tranmisi antaranggota keluarga. Sebagaimana kami ketahui klaster keluarga di Metro sangat banyak," ujar dia.

Agung menjelaskan, jika pasien ditempatkan pada ruang khusus yang sudah sesuai dengan standar penanganan, maka pengendalian akan sangat bisa terkontrol dan lebih maksimal dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Kami (IDI) bersama dinas kesehatan juga mulai memonitor tempat-tempat isolasi yang ada di rumah sakit, termasuk alat-alat. Harapan kami bersama, penanganan semakin baik sehingga jumlah kasus dapat menurun," ujarnya. 
 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait