pelabuhanpanjangK3

Wagub Lampung Tekankan Pentingnya K3

Wagub Lampung Tekankan Pentingnya K3
Simulasi penanganan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di pelabuhan Panjang. Lampost.co/Andi Apriadi


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim menjelaskan dalam menjalankan usaha aspek yang harus diutamakan adalah kepedulian terhadap K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) bagi pekerja, Selasa, 11 Februari 2020.


"Jangan tidak peduli dengan pekerjanya dan jangan hanya saat bulan K3 saja, karena ini hanya peringatan saja. Sejauh ini juga keselamatan kerja di pelabuhan sangat baik dengan memperhatikan perlindungan diri pekerjanya," kata Nunik.

Kepala KSOP Panjang Andi Hartono mengatakan insan maritim selalu memiliki komitmen untuk menjaga K3. Prinsip itu yang dipegang teguh pimpinan yang melengkapi pekerja dengan alat pelindung diri.

"Penandatanganan komitmen ini jangan sampai hanya seremonial saja. Untuk iti kami akan melakukan asistensi dalam penerapannya," ujarnya.

Sementara itu General Manager Pelindo II Panjang Drajat Sulistyo mengatakan dalam pelabuhan berstandar internasional, keselamatan dan kesehatan kerja menjadi aspek terpenting. Disamping itu perlu pula dengan memperhatikan kondisi lingkungan.

"Pelabuhan internasional tidak hanya mengacu pada jualan saja. Tapi, lebih mendetail dari itu yang utamanya terkait K3," ujar dia.

Menurutnya dalam lima tahun ke depan Pelabuhan Panjang akan terus berkembang. Dengan menjadi penyanggah Tanjung Priok secara penuh dan tersambungnya jalan tol menuju pelabuhan. Dengan begitu akses masuk pelabuhan bisa lebih cepat dan membenahi akses logistik.

"Sehingga daya saing komoditas Lampung pun meningkat," kata dia.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Lukmansyah mengatakan seluruh pelaku usaha baik besar maupun kecil harus memperhatikan K3. Atas komitmen itu pihaknya akan melakukan pengawasan dan penindakan terhadap pengusaha yang melanggar. 

"Termasuk kontraktor kami lakukan pengawasan ketat. Di 2019 lalu kami tindak dua kontraktor hingga proses hukum dan dikenai sanksi membayar denda. Dua kontraktor itu juga kami blacklist untuk tidak bisa ikut dalam tender-tender," katanya.

EDITOR

Winarko


loading...



Komentar


Berita Terkait