#beritalampung#beritabandarlampung#humaniora#lato-lato

Wacana Larangan Main Lato-lato, Psikolog: Itu Tindakan Kurang Tepat

Wacana Larangan Main Lato-lato, Psikolog: Itu Tindakan Kurang Tepat
Ilustrasi. Foto: Dok/Celebrities


Bandar Lampung (Lampost.co): Psikolog Universitas Lampung Diah Utaminingsih menilai larangan bermain lato-lato bagi kalangan anak adalah tindakan yang kurang tepat. Alih-alih melarang, Diah merekomendasikan agar orang tua atau orang dewasa di sekitarnya memberikan pengertian. 

"Orang tua atau orang dewasa punya peran penting untuk mengontrol dan memberi pengertian. Melarang (bermain lato-lato) sama sekali tidak tepat, " ujar Diah, Rabu, 11 Januari 2023.

Menurutnya, permainan kognitif ini punya manfaat untuk melatih koordinasi visual dengan motorik halus anak. Gerakan-gerakan yang tercipta harmonis dan selaras. Selain itu, anak juga bisa terstimulasi karena tingkat suara bisa diatur, mulai dari suara halus hingga keras. 

Baca juga:  Kejari Tanggamus Tangani 8 Kasus Kekerasan Seksual Anak Sepanjang 2022

Ia juga menyebut bermain lato-lato menimbulkan kesenangan tersendiri. Tak hanya bagi anak-anak, tapi bagi semua kalangan usia pemainnya.

"Ada kepuasan psikologis yang memunculkan emosi senang ketika mencapai atau memenuhi target waktu (lama bermain) tertentu," ujarnya. 

Meskipun begitu, Diah tak menampik sisi negatif dari permainan ini. Seperti waktu yang tersita karena terlalu lama bermain sehingga anak-anak lupa akan kegiatan lain yang harus ia lakukan. Bahaya yang ditimbulkan jika bandul lato-lato terlepas dari talinya, juga polusi suara yang mengganggu. 

"Ada orang-orang yang tidak suka dengan ketukan dan irama yang monoton. Sehingga mengganggu konsentrasi orang lain, " terang Diah. 

Lantaran hal itu, ia kembali menegaskan pentingnya peran orang tua dan orang dewasa sebagai pemantau yang juga pemberi pengertian. 

"Orang tua harus memberi pengertian soal di mana, kapan, intensitas, dan dalam kondisi apa bermain lato-lato itu tidak diperbolehkan," pungkasnya. (Silvia Agustina)

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait