#Pajak#Lampungbarat

Wabup Lambar Kecewa Dua Pekon Belum Setor PBB

Wabup Lambar Kecewa Dua Pekon Belum Setor PBB
Wabup Lambar Mad Hasnurin menyerahkan penghargaan peraihan PBB tertinggi. Lampost.co/Eliyah


Liwa (Lampost.co) -- Wakil Bupati Lampung Barat Mad Hasnurin mengancam menurunkan tim Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan terhadap aparat Pekon Srimulyo dan Pekon Bumihantatai, Kecamatan Bandarnegeri Suoh, jika sampai 30 Desember mendatang belum menyetor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) senilai yang sudah ditetapkan.

"Jangan sampai ada kejadian bahwa dana setoran PBB yang dipungut dari masyarakat itu dipakai dulu untuk kepentingan pribadi dengan alasan akan disetor setelah gajian," kata Wabup, Rabu, 23 Desember 2020.

Ia mengaku kecewa atas sikap pihak kecamatan dan pekon yang belum mampu melaksanakan tanggung jawab penagihan PBB tersebut. Karena itu, Wabup memberikan kesempatan sampai 30 Desember mendatang kepada dua pekon itu.

"Jika sampai waktu yang sudah ditentukan, yakni 30 Desember itu ternyata tidak juga disetorkan maka saya akan perintahkan tim inspektorat untuk turun melakukan pemeriksaan dan surat perintahnya akan saya tandatangani langsung," kata Wabup.

Wabup mempertanyakan apakah dana PBB itu memang belum disetorkan karena terpakai atau karena memang SPPT PBB itu hanya disimpan saja sehingga yang bersangkutan belum melakukan tugas penagihan. Jika memang seperti itu, lanjut Wabup, maka kinerja aparat pekon tersebut tidak bisa dibenarkan.

Karenanya jika sampai 30 Desember mendatang tidak juga disetor maka ia meminta tim Inspektorat untuk turun memeriksa apakah yang bersangkutan telah melakukan penagihan atau karena ada sesuatu hal yang lain atau SPPTnya memang disimpan saja sehingga target PBB itu belum terealisasi.

Pernyataan itu disampaikanya dengan alasan, berdasarkan pengalaman beberapa waktu lalu ada salah satu peratin dari Kecamatan Suoh yaitu peratin Sidorejo. Yang bersangkutan datang menghadap karena uang PBB terpakai aparat pekon dan akan dipotong dari gaji. Ini tentu tidak bisa dibenarkan karena jelas menyalahi aturan. Karena itu ke depan ia meminta tidak ada lagi hal serupa terjadi lagi.

"Awalnya saya sempat kecewa dengan Kecamatan Suoh karena beberapa hari sebelumnya ada laporan belum lunas. Akan tetapi tadi malam ternyata Suoh dilaporkan sudah lunas PBB 100 persen4," kata Wabup.

Karena itu khusus untuk dua pekon di Kecamatan Bandarnegeri Suoh, ia menegaskan dan memberikan kesempatan dan meminta agar dalam beberapa hari ini segera disetor.

Sementara itu, Kepala BPKD Lambar Daman Nasir menjelaskan target PBB Pekon Srimulio yaitu Rp13,794 juta, namun realisasinya masih nol persen. Kemudian target PBB Pekon Bumihantatai Rp74,268 juta baru terealisasi Rp182 ribu (0,25%) sehingga masih tersisa Rp74,085 juta. Realisasi sebesar Rp182 ribu itu pun karena objek pajaknya setor ke kantor BPKD.

Disisi lain, tiga kecamatan dan tiga pekon di masing-masing kecamatan yang memperoleh hadiah karena mencapai nilai tertinggi dan tercepat diberikan reward berupa dana senilai Rp3,5--5,5 juta.

Tiga kecamatan nilai tertinggi pertama yaitu Balikbukit. Kemudian Way Tenong dan Pagardewa. Kemudian pekon/kelurahan tertinggi pertama yaitu Pekon Tanjung Raya (Sukau), kedua Pekon Negerijaya (Bandarnegeri Suoh) dan ketiga Pekon Bandaragung (Bandarnegeri Suoh).

Daman berharap kepada pihak terkait  untuk dapat menggali seluruh potensi yang ada untuk meningkatkan pendapatan daerah, baik berupa pajak maupun retribusi lainya.

Khusus PBB kata dia, diharapkan agar petugas maupun masyarakat yang belum untuk dapat didaftarkan sebagai objek paja

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait