#sidang#korupsi

Vonis Eks Kadisdik Tuba "Disunat" Usai Jaksa Ajukan Banding

Vonis Eks Kadisdik Tuba
Ilustrasi. Persidangan di PN Tanjungkarang. Dok. Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Tanjungkarang mengurangi vonis eks Kadisdik Tulangbawang, Nasaruddin, menjadi lima tahun enam bulan dari vonis sebelumnya enam tahun penjara.

Putusan tersebut terkait banding yang dijukan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Tulangbawang, Hendra Dwi Gunanda, dengan nomor putusan banding 16/PID.SUS-TPK/2021/PT TJK.

Baca juga: Terbukti Korupsi Dana 142 sekolah, Kadisdik Tuba Divonis 6 Tahun Penjara

"Mempidana terdakwa Nasaruddin dengan pidana penjara selama lima tahun dan enam bulan serta denda sejumlah Rp200 juta. Dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama dua bulan," bunyi amar putusan banding dikutip Lampost.co dari SIPP PN Tanjungkarang, Kamis, 2 Desember 2021.

Nasaruddin juga dihukum membayar uang pengganti sejumlah Rp2.860.239.750 paling lama dalam waktu satu bulan sesudah putusan ini berkekuatan hukum tetap, jika tidak membayar maka harta bendanya disita dan dilelang oleh jaksa untuk menutupi uang pengganti tersebut. Apabila terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi maka dipidana dengan pidana penjara selama lima tahun.

Selain Nasaruddin, terdakwa lainnya juga yakni Manajer Koperasi BMW Guntur Abdul Nasser, diputus lebih ringan pada tingkat banding.

Nasaruddin dihukum pidana penjara selama lima tahun dan denda Rp200 juta, subsider dua bulan penjara, serta dengan membayar uang pengganti sejumlah Rp710 juta.

Atas putusan tersebut, Kasi Intel Kejari Tulangnawang, Leonard Adiguna, mengatakan pihak kejaksaan belum mengambil langkah apakah mengajukan kasasi atau tidak.

"Saya tanya kasipidsus belum terima putusan bandingnya, nanti kami bersikap setelah menerima putusan bandingnya," paparnya.

Diberitakan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tulangbawang Hendra Dwi Gunanda mengajukan banding atas putusan korupsi eks Kadisdik Tulangbawang Nasaruddin dan Manajer Koperasi BMW Guntur Abdul Naser.

Banding dilakukan karena menurut JPU, vonis subsider uang pengganti tidak sesuai dengan tuntutan JPU.

EDITOR

Winarko


loading...



Komentar


Berita Terkait