#udang

Virus Corona Mewabah, Harga Udang di Pesisir Lamsel Anjlok  

Virus Corona Mewabah, Harga Udang di Pesisir Lamsel Anjlok  
SSeorang petambak udang vaname di pesisir pantai timur Kecamatan Ketapang, Lamse,l sedang panen parsial, Senin, 17 Februari 2020. Lampost.co/Aan Kridolaksono


Kalianda (Lampost) -- Harga udang vaname di pesisir timur Lampung Selatan anjlok sejak beberapa pekan terakhir ini hingga Rp10 ribu—Rp12 ribu per kilogram. Merosotnya harga itu diduga mewabahnya virus Corona di Tiongkok.

"Penyebab turunnya harga kabarnya karena virus corona di negara tujuan ekspor. Kalau memang itu alasannya, bisa jadi harga akan turun terus. Sebab sampai saat ini saja kasus virus corona masih mewabah di Tiongkok sana," kata seorang petambak di Pesisir Timur Ketapang, Ramal (39) kepada Lampost.co, Senin, 17 Februari 2020.

Menurut dia, harga udang turun dratis sejak akhir Januari lalu. Penurunan harga per size rata-rata Rp10 ribu sampai Rp12 ribu per kilogram. "Saat ini harga udang size 100 hanya Rp45 ribu—Rp47 ribu per kilogram, padahal tiga pekan lalu mencapai Rp57 ribu/kg," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Hari (40), petambak di Pesisir Timur Desa Ruguk,  Ketapang. Meski turun, Hari mengaku masih mendapatkan keuntungan walau sedikit,  hanya cukup untuk menutupi biaya operasional.

Apabila harga terus turun sejalan dengan isu virus corona yang masih mewabah di negara tujuan ekspor, Hari mengaku tidak menutup kemungkinan. Hal itu akan membuat  petambak mengalami kerugian besar.

"Kalau harga turun terus, pasti petambak akan mengalami kerugian hingga ratusan juta. Sebab, hasil biaya produksi setiap panen per kolam bisa menelan biaya Rp50-an juta," ujarnya.

Untuk mencegah kerugian, dia melakukan efektivitas dalam setiap kegiatan produksi. Seperti menghemat pemakaian kincir dari enam menjadi dua dua kincir dan menghemat penggunaan listrik.

Sementara salah satu pengepul hasil perikanan di jalinpantim Desa Way Sidomukti, Kecamatan Ketapang, Jono, mengatakan turunnya harga udang karena permintaan komoditas ekspor ini menurun, sedangkan produksi meningkat.

“Selama ini, negara tujuan ekspor udang terbesar kan Tiongkok, Taiwan, dan Jepang. Sementara di negara tersebut sedang mewabah virus corona. Ini yang membuat harga terpuruk,” ujarnya.

Dampak dari permintaan yang menurun, dia juga saat ini mulai mengurangi pembelian hasil panen petambak tersebut. "Saya juga mengurangi pembelian karena cold storage juga penuh selain belum mendapat kepastian harga udang untuk beberapa hari ke depan. Naik atau turun," katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...




Komentar


Berita Terkait