ProstitusionlineartisVernita

Vernita Syabila Mangkir Pemeriksaan, Polresta Jadwal Ulang

( kata)
Vernita Syabila Mangkir Pemeriksaan, Polresta Jadwal Ulang
Ilustrasi. Dok. Lampost.co


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Artis sekaligus selebgram Vernita Syabila belum memenuhi panggilan penyidik Polresta Bandar Lampung. Ia direncakan akan diperiksa sebagai saksi pada hari ini, Senin, 5 Oktober 2020, terkait kasus prostitusi online dengan tersangka Baim warga Bekasi, mucikari utama yang menyalurkan Vernita.

"Oleh pengacaranya dicancel," ujar Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Resky Maulana, Senin 5 Oktober 2020.

Pihaknya akan kembali melakukan pemanggilan terhadap Vernita, sebab keterangannya dibutuhkan untuk kelengkapan berkas perkara pelaku Baim, berdasarkan petunjuk dari Jaksa penuntut Umum Kejari Bandar Lampung.

"Kami jadwalkan kembali, dan buat panggilan kedua," paparnya.

Baim merupakan bos mucikari, yang menyalurkan Vernita ke dua mucikari sebelumnya, yakni Meilianita Nur Azi (21), warga Tambora, Jakarta Barat, dan Maila Kaisa, (31), warga Pemalang Jawa Tengah ke Bandar Lampung.

Dua Mucikari wanita tersebut, bakal segera disidang, pasalnya penyidik telah melakukan pelimpahan tahap kedua ke Kejari Bandar Lampung pada 24 September yang lalu.

Pemeriksaaan kembali Vernita Syabila, untuk melengkapi syarat materil yang diminta oleh JPU. Salah satunya, keterkaitan dan saling mengenal antara Vernita dan Baim.

"Kita juga koordinasi dengan ahli pidana, sebagai salah satu petunjuk," katanya.

Baim bekerja sebagai agency model memiliki peran sebagai mucikari atau penyalur utama ke mucikari lainnya (tangan kedua), untuk dipesan ke lelaki hidung belang. Mucikari utama, BS warga Bekasi mengakui sudah dua kali memberikan job "menemani hidung belang ke Vernita Syabila, seorang artis/selebgram.

Baim diketahui kenal dengan Vernita VS sudah cukul lama, lalu meminta job. Pekerjaan yan vernita dapat pertama di Jakarta, kemudian terakhir di Bandar Lampung. Dari Rp20 juta tarif Vernita Syabila, ia mengaku mendapatkan bagian Rp5 juta. Kemudian Vernita rencananya mendapatkan Rp8 juta, dan sisanya untuk dua mucikari yang sudah jadi tersangka, dan biaya akomodasi.

Sementara dua mucikari lainnya Meilianita Nur Azi (21), warga Tambora, Jakarta Barat, Maila Kaisa, (31), warga Pemalang Jawa Tengah, ditangkap pada 28 Juli 2020 di Bandar Lampung. Dari pemeriksaan aparat, keduanya mendapat fee sebesar Rp10 juta, dimana keduanya masing-masing mendapat Rp5 juta, dari total Rp30 juta tarif jasa Vernita Syabila, yang ditetapkan oleh para mucikari.

Dua mucikari tersebut sudah berada di Hotel berbintang, daerah Telukbetung, sejak 28 Juli 2020, pukul 13.00 dan langsung menginap. Modus keduanya yakni menawarkan jasa prostitusi via HP, kepada calon penerima jasa dengan terlebih dahulu mentansfer sejumlah uang yang telah ditetapkan, dan wajib mempersiapkan akomodasi serta fasilitas yang disepakati.

Selain itu Melianita Nur Aziz, setelah dites urine ternyata positif mengonsumsi sabu dan ekstasi. Selain itu Vernita Syabila masih berstatus saksi. Barang bukti yang diamankan, yakni uang Rp15 juta, bukti transfer Rp15 juta, bukti transfer bank Rp1 juta, nota booking salah satu kamar hotel, dan satu kotak alat kontrasepsi dan 3 buah HP.

Dua mucikari wanita dijerat dengan pasal 2 ayat (1) uu nomor 21 tahun 2007 Tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp120.000.000 dan paling banyak Rp600.000.000. Sementara Baim dijerat dengan pasal 10 dan pasal 2 uu nomor 21 tahun 2007 Tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

EDITOR

Winarko

loading...




Berita Terkait


Komentar