#covid-19

Varian Covid-19 Sudah Sulit Terdeteksi, Warga Lampung Diminta Waspada

Varian Covid-19 Sudah Sulit Terdeteksi, Warga Lampung Diminta Waspada
Ilustrasi vaksinasi covid-19. Antara/Akbar N Gumay


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Penularan covid-19 nasional per Minggu, 14 Agustus 2022 mencapai 4.442 kasus. Warga Lampung diimbau untuk kembali mematuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan covid-19. 

Epidemolog Lampung, Ismen Mukhtar mengatakan, varian covid-19 saat ini sudah dalam status under detection atau banyak yang tidak terdeteksi. Hal itu, kata dia, menunjukkan bahwa masyarakat belum berada di batas aman. 

"Mencegah menjadi cara yang paling baik. Dari nenek moyang kita sudah bilang 'lebih baik mencegah dari pada mengobati," katanya, Senin, 15 Agustus 2022. 

Baca: Pengawasan Ketat Jaga Status PPKM Bandar Lampung di Level 1

 

Ia menjelaskan, dalam ilmu epidemiologi terdapat satu prinsip bahwa tidak ada penyakit yang kebetulan terjadi. 

"Ada hukum sebab-akibat. Penyebabnya ini bisa dihindari, dicegah, dan dikendalikan. Tetapi kalau sampai terjadi penyakit berarti kita gagal di pencegahan," jelasnya. 

Ismen mengatakan, cara melakukan pencegahan adalah dengan mengendalikan penyebabnya. Termasuk covid-19 yang penyebab utamanya  berupa virus, maka cara mencegahnya adalah dengan menggunakan masker. 

"Lalu jaga jarak dan menghindari kerumunan, keramaian. Jangan malah mengadakan keramaian dengan mengajak teman makan bareng, juga pesta," katanya. 

Selain menerapkan itu, lanjut Ismen, vaksinasi booster juga dianggap penting karena dapat membentuk antibodi di dalam tubuh. 

"Setelah dosis 1 dan 2, ada masanya imunitas tubuh kita menurun. Setelah 6 bulan kemudian harus ditingkat kembali dengan memberi booster, memberi penguatan lagi. Sehingga level imunitas di tubuh kita kembali naik," katanya. 

Ia menambahkan, vaksin diciptakan dari virus yang sudah dimatikan guna memancing tubuh agar membentuk imunitas baru atau antibodi. 

"Makanya kalau virus masuk enggak bergejala berat. Karena tubuh kita sudah ada antibodi untuk melawan itu dengan cepat," ujarnya. 

EDITOR

Sobih AW Adnan


loading...



Komentar


Berita Terkait