#Covid-19indonesia#Vaksin

Vaksinasi Tahap II Dimulai, Warga Diminta Tak Ragu

Vaksinasi Tahap II Dimulai, Warga Diminta Tak Ragu
Ilustrasi/Medcom.id


Jakarta (Lampost.co) -- Vaksinasi Covid-19 tahap dua dimulai Rabu, 17 Februari 2021. Warga diminta tak meragukan keamanan dan kehalalan vaksin yang digunakan di Indonesia.

"Vaksin covid-19 ini telah mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) dan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI)," kata juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito melalui akun YouTube BNPB Indonesia, Selasa, 16 Februari 2021.

Wiku mengatakan keamanan vaksin juga telah dibuktikan dengan penyuntikan vaksin kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), pejabat negara, hingga tenaga kesehatan. Efek samping atau kejadian ikut pasca imunisasi (KIPI) juga tidak mengkhawatirkan.

"Efek samping yang terjadi umumnya bersifat ringan dan tidak serius serta dapat segera hilang," ucap Wiku.

Wiku meminta masyarakat menyadari makna penting dari program vaksinasi. Program ini akan membentuk kekebalan komunitas atau herd immunity sebagai bentuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

"Oleh karena itu saya meminta agar masyarakat dapat ikut serta berpartisipasi dalam program vaksinasi. Sehingga herd immunity ini dapat segera tercapai," ujar Wiku.

Kementerian Kesehatan akan memulai proses vaksinasi tahap dua untuk 38 juta warga Indonesia. Tahapan ini dimulai di Pulau Jawa dan Bali serta ditargetkan rampung April 2021.

Pemerintah juga sudah mendata kelompok yang masuk dalam kategori prioritas pemberian vaksin tahap dua. Kelompok lainnya meliputi lanjut usia (lansia), pedagang pasar, tenaga pengajar atau pendidik, tokoh agama, wakil rakyat, pejabat pemerintah, dan aparatur sipil negara (ASN).

Kemudian pihak keamanan, petugas pariwisata, pelayanan publik, dan pekerja tranportasi publik. Atlet, wartawan, dan pekerja media juga menjadi bagian dari prioritas pemberian vaksin Covid-19 tahap dua.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait