koronacovid-19vaksin

Vaksin Covid-19 Tidak Serta Merta Hentikan Pandemi

Vaksin Covid-19 Tidak Serta Merta Hentikan Pandemi
Ilustrasi/Pexels.com


JAKARTA (Lampost.co) -- Saat ini berbagai pihak sudah banyak yang melakukan pengembangan vaksin covid-19. Beberapa bahkan menyatakan kesiapannya untuk bisa diberikan kepada masyarakat.

 

Akan tetapi vaksin covid-19 ini bukanlah senjata satu-satunya untuk menghadapi pandemi covid-19. Vaksin bisa memberikan gambaran kapan pandemi covid-19 berakhir, tetapi tidak bisa menghentikannya.

“Agar covid-19 bisa menghilang, masyarakat perlu mencapai herd immunity. Titik dimana cukup banyak orang telah divaksinasi sehingga virus tidak dapat ditularkan di antara mereka,” ujar Dr Leana Wen M.D., dokter darurat dan profesor tamu di George Washington University Milken Institute School of Public Health.

Menurutnya, diperkirakan sekitar 70 persen populasi masyarakat harus divaksinasi. “Ini adalah tantangan besar mengingat dua dosis diperlukan dan kami harus mendistribusikan ratusan juta dosis, itu baru di Amerika Serikat saja.”

Vaksin covid-19 juga mungkin serupa dengan vaksin flu, karena tetap diperlukan vaksin baru secara teratur. "Kami tidak tahu berapa lama kekebalan bertahan, dan suntikan penguat mungkin diperlukan," kata Dr Wen. 

Kelemahan dari pengembangan vaksin yang sangat cepat ini adalah Pfizer, Moderna, dan perusahaan farmasi lainnya belum tahu pasti berapa lama produk mereka akan tetap efektif.

Kepala BioNTech, perusahaan yang bermitra dengan Pfizer dalam pengembangan vaksinnya, mengatakan pada November lalu bahwa dia berharap vaksin mereka bisa bertahan selama satu tahun, tetapi tidak ada cara untuk mengetahui tanpa adanya data lebih lanjut.

Penyebaran asimtomatik juga menjadi perhatian. Vaksin yang saat ini sedang dievaluasi oleh FDA hanya menguji orang-orang yang menunjukkan gejala covid-19. 

Itu berarti para ilmuwan tidak tahu apakah vaksin dpat menghentikan kasus tanpa gejala (orang tanpa gejala) juga. Dan itu menjadi masalah karena banyak kasus covid-19 tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit, antara 15 persen dan 80 persen, menurut penelitian.

Bahkan jika kamu berada di urutan pertama untuk mendapatkan vaksin covid-19, para ahli menyarankan untuk tidak mengubah perilaku kesehatan sampai para peneliti mengetahui lebih banyak tentang dampak jangka panjangnya. 

Para ahli menyarankan untuk tetap di rumah ketika kamu memiliki tanda-tanda penyakit, terus mencuci tangan dengan ketat, dan mengenakan masker saat kamu mengalami gejala apa pun.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait