#Kesehatan#VirusKorona

Vaksin Covid-19 AS Picu Respons Kuat Imunitas Tubuh

( kata)
Vaksin Covid-19 AS Picu Respons Kuat Imunitas Tubuh
Ilustrasi vaksin. (Foto: AFP)


Washington (Lampost.co) -- Vaksin virus korona (covid-19) buatan perusahaan farmasi dan peralatan medis Johnson & Johnson dikabarkan telah berhasil memicu respons kuat imunitas di tubuh para relawan. Dalam laporan interim di situs medis medRxiv, vaksin tersebut dapat memicu respons kuat hanya dengan satu dosis.

"Imunitas dari hanya satu dosis merupakan hal menjanjikan dalam melanjutkan uji klinis selanjutnya," tulis laporan tersebut, dikutip dari laman Sputnik, Sabtu 26 September 2020.

"Satu dosis Ad26.COV2.S memicu respons kuat dari mayoritas relawan vaksin," lanjutnya. Vaksin buatan Johnson & Johnson ini merupakan vaksin keempat perusahaan AS yang akan memasuki uji klinis fase terakhir.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa 100 juta dosis vaksin akan didistribusikan ke seantero Negeri Paman Sam di akhir tahun 2020. Sebelumnya Trump mengklaim bahwa sebuah vaksin covid-19 dapat didistribusikan di AS sebelum pemilihan umum presiden pada 3 November mendatang.

Banyak politisi Partai Demokrat menuding Trump berusaha mempercepat proses diloloskannya sebuah vaksin demi kepentingan politik. Trump disebut ingin vaksin covid-19 tersedia sebelum pilpres agar popularitasnya naik dan melampaui capres Demokrat, Joe Biden.

Selain Johnson & Johnson, perusahaan AS lainnya, Novavax, juga tengah memasukkan vaksin mereka ke uji klinis tahap ketiga dan terakhir. Uji coba vaksin ini akan dilakukan di Inggris, yang melibatkan 10 ribu sukarelawan berusia antara 18 hingga 84 tahun.

Ini adalah kandidat vaksin covid-19 ke-11 yang mencapai tahap fase tiga secara global. Perusahaan telah diberikan USD1,6 miliar oleh Pemerintah AS untuk mengembangkan dan mendanai obat tersebut. Rencananya, relawan akan diberikan dua suntikan intramuskuler.

Berdasarkan data terbaru Johns Hopkins University pada Sabtu ini, total kasus covid-19 di kancah global telah melampaui 32 juta dengan 987 ribu lebih kematian dan 22.374.557 pasien sembuh.

Kemunculan gelombang kedua covid-19 telah terlihat di banyak negara di belahan Bumi utara seiring mendekatnya musim dingin. Sejauh ini, tiga negara teratas dengan kasus covid-19 tertinggi adalah AS, India, dan Brasil.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...


Berita Terkait



Komentar