#utangpemerintah#kemenkeu

Utang Pemerintah Terus Naik Jadi Rp6.570,17 Triliun

Utang Pemerintah Terus Naik Jadi Rp6.570,17 Triliun
Utang pemerintah. Ilustrasi


Jakarta (Lampost.co) -- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat utang pemerintah pada akhir Juli 2021 sebesar Rp6.570,17 triliun. Posisi utang mengalami kenaikan sekitar Rp15,61 triliun dibandingkan posisi utang pada akhir bulan sebelumnya yang sebesar Rp6.554,56 triliun.

Dilansir Medcom.id dari data APBN KiTa, Senin, 30 Agustus 2021, rasio utang pemerintah sebesar 40,51 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Rasio utang pemerintah masih aman karena berada di bawah ketentuan Undang-Undang (UU) Keuangan Negara, yaitu maksimal 60 persen dari PDB.

"Perlambatan ekonomi yang terjadi di masa pandemi covid-19 menyebabkan posisi utang pemerintah pusat secara nominal mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Namun, rasio utang terhadap PDB mengalami penurunan dari bulan sebelumnya," tulis keterangan tersebut.

Jika dirinci, utang pemerintah terdiri dari surat berharga negara (SBN) Rp5.727,71 triliun atau 87,18 persen dari total utang. Selain itu ada pinjaman sebesar Rp842,46 triliun atau 12,82 persen dari keseluruhan utang pemerintah sampai dengan akhir Juli lalu.

Pinjaman pemerintah terdiri dari pinjaman dalam negeri sebesar Rp12,70 triliun. Sementara itu pinjaman luar negeri tercatat sebesar Rp829,76 triliun yang terdiri dari pinjaman bilateral Rp312,64 triliun, multilateral Rp474,39 triliun, serta commercial bank Rp42,73 triliun.

Untuk SBN terdiri dari domestik sebesar Rp4.437,61 triliun terdiri surat utang negara (SUN) Rp3.627,99 triliun dan surat berharga syariah negara (SBSN) Rp809,63 triliun. Sedangkan SBN valas Rp1.290,09 triliun yang terdiri SUN Rp1.001,58 triliun dan SBSN Rp288,52 triliun.

Pada Juli 2021, pemerintah kembali menerbitkan global bond dengan dua mata uang asing, dengan total penerbitan sebesar USD1,65 miliar dengan tenor 10, 30 dan 50 tahun, serta 500 juta euro tenor delapan tahun.

"Penerbitan tersebut mencatatkan yield terendah untuk tenor 50 tahun yang pernah dikeluarkan pemerintah, serta spread terendah yang pernah ada terhadap UST untuk semua tenor yang diterbitkan," lanjut keterangan tersebut.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait