#BANSOS

Usulan Penerima Bansos Masuk Tahap Evaluasi BPKP Lampung

Usulan Penerima Bansos Masuk Tahap Evaluasi BPKP Lampung
Ilustrasi.


Bandar Lampung (Lampost.co) – Usulan penerima bantuan sosial (bansos) untuk mengantisipasi kenaikan inflasi di Provinsi Lampung masuk dalam tahap evaluasi Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Lampung. Bantuan bersumber dari 2 persen dana transfer umum (DTU) yang dianggarkan Pemprov Lampung.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung, Mulyadi Irsan mengatakan evaluasi dilakukan oleh BPKP agar dalam penyaluran DTU dapat tepat sasaran.

"Anggaran 2 persen DTU milik Pemprov Lampung senilai Rp10,6 miliar ini kami kawal agar dapat benar-benar tersalurkan menurut aturan yang berlaku yakni Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 134/PMK.07/2022 tentang belanja wajib dalam rangka penanganan dampak inflasi tahun anggaran 2022," kata Mulyadi Irsan, Senin, 12 September 2022.

Langkah evaluasi untuk melihat data penerima sehingga benar-benar divalidasi agar tidak ada penyimpangan dan tersalurkan tepat sasaran. "BPKP nanti akan melihat apa yang kita lakukan sesuai dengan peraturan menteri keuangan nomor 134 jangan sampai nanti ada masalah," kata dia.

Jika pemberian bantuan sudah disetujui oleh BPKP dan Kemendagri, maka penyaluran akan segera dilakukan. "Jika sudah disetujui dan sesuai dengan regulasi yang ditentukan makan akan secepat mungkin dapat disalurkan ke penerima," kata dia.

Untuk rencana penerima bantuan ialah ojek, usaha mikro kecil dan menengah dan nelayan dengan jumlah penerima sebanyak 6.650 orang.

"Kemudian untuk penerima kami tentukan sesuai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) namun yang belum pernah terima bantuan seperti PKH dan BPNT agar tidak overlap," kata dia.

Bantuan akan diberikan setiap satu bulan selama tiga bulan berturut-turut melalui kantor pos. "Pemberiannya perbulan nanti dilihat dulu mekanisme penyaluran yang tepat mungkin bisa lewat kantor pos karena ini tunai sehingga harus diterima langsung oleh masyarakat kita antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," kata dia.

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait