#feature#batubata

Usia Senja, Kakek Lasiman Tetap Semangat Membuat Bata  

Usia Senja, Kakek Lasiman Tetap Semangat Membuat Bata  
Tampak Lasiman (70), warga Kelurahan Rejosari, Kotabumi, Lampung Utara pemilik usaha bata masih tetap menjalakan usahanya, Kamis (9/12/2021). (Foto:Lampost/Hari Supriyono)


KOTABUMI (Lampost.co)--Usia tak membuat kakek Lasiman (70) duduk berpangku tangan. Ia tetap bekerja sebagai pembuat batu bata di tobong bata miliknya di Kelurahan Rejosari,  Kotabumi,  Lampung Utara.     
               
Menurut Lasiman (70), disela-sela membuat bata, Kamis, 9 Desember 2021, usaha yang telah ditekuni selama kurang lebih 20 tahun itu, masih terus dilakukan hingga saat ini.  "Walau pun anak-anak  telah telah berkeluarag dan mandiri semua,  namun pekerjaan untuk membuat batu bata masih terus saya lakukan," kata kakek empat orang anak dan memiliki lima cucu tersebut.  

Lasiaman tergolong sukses dengan usahanya. Ia mengatakan seharusnya umur yang telah tua ini  bisa untuk beristirahat, namun bekerja ini justru menjadi kepuasannya 

"Walapun anak-anak semuanya telah mandiri dan berkerja, keinginan untuk berja terus dilakukan. Walau pun hasil uang dari usaha dari pembuatan bata tjdak sebanyak seperti dahulu, tetapi itu cukup untuk memenuhi kebutuhan lainya. 
Selian itu, dengan setiap hari berkerja badan tetap sehat karena berkeringat setiap bekerja, katanya.

Untuk saat ini dirinya bersama istri dan seorang pekerjanya dalam sehari dapat membuat bata dari bahan tanah liat sebanyak 500 bata untuk satu harinya dan bata yang sudah jadi setelah selesai dari pengeringan hingga pemagangan hingga jadi dalam seribu bata dijualnya Rp450 ribu diantar ketempat tujuan yang pemesanya masih berada wilayah Kotabumi.  

"Namun apa bila pemesannya di luar daerah Kotabumi diantarnya dengan harga per seribu batanya Rp550 ribu," terangnya. 

Kalau mengingat sebelumnya pada waktu 20 tahun silam, dirinya dapat memperkerjakan 10 keluarga dengan sebanyak 20 orang dan pengirima bata yang telah jadi waktu itu dalam satu harinya bisa ribuan bata untuk dipasok wilayah Kotabumi dan sejumlah kecamatan. 

"Melihat kondisi unur sudah tua dan anak susah berumah tangga semua, maka saat ini membuat bata tidak sebanyak seperti dahulu dan yang penting menurutnya dihari tua tetap melakukan aktivitas agar badan tetap sehat dan uang didapat bisa ngasih uang kepada cucu untuk buat jajan," terang dia. 

EDITOR

Sri Agustina

loading...




Komentar


Berita Terkait