#pilkades#lampungselatan

Usai Pilkades, Perangkat Desa Bandanhurip di Lamsel Dirombak

Usai Pilkades, Perangkat Desa Bandanhurip di Lamsel Dirombak
Sejumlah nama perangkat desa Bandanhurip yang diusulkan oleh kepala desa terpilih, Sugiyanto. Lampost.co/Armansyah


Kalianda (Lampost.co) – Usai Pilkades serentak 2021, sejumlah perangkat desa di Pemerintahan Desa Bandanhurip, Kecamatan Palas, Lampung Selatan dirombak. Dari delapan posisi jabatan perangkat desa yang ada, setidaknya lima orang diberhentikan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, posisi jabatan yang dibongkar yakni jabatan sekretaris desa, Kasi Pemerintahan, Kasi Kesejahteraan, Kaur Perencanaan dan Operator. Untuk jabatan Sekdes Bandanhurip dikabarkan diisi oleh mantan calon kepala desa Bandanhurip nomor urut satu, yakni Donny Iswanjono yang merupakan lawan kades terpilih, Sugiyanto.

Jabatan Kasi Pemerintahan diisi oleh Ocfian Harry Saktifian, Juliono sebagai Kasi Kesejahteraan, Reza Prawira sebagai Kaur Perencanaan dan Wahyuni sebagai Operator. Sedangkan, tiga perangkat desa yang tetap dipertahankan, yakni Eko Putro menjabat Kaur Keuangan dan Siti Juhariah sebagai Kasi Pelayanan.

Saat dikonfirmasi, Sudarmo yang sebelumnya menjabat sebagai Kasi Kesejahteraan Desa Bandanhurip mengaku dirinya tidak mengetahui secara pasti penyebab diberhentikannya dari struktur perangkat desa setempat.

"Saya enggak tahu kok diberhentikan dari perangkat desa. Justru yang nyuruh berhenti dari perangkat desa Pak Doni yang diangkat sebagai Sekdes. Saya disuruh membuat surat pengunduran diri," kata dia melalui telepon, Selasa 23 November 2021.

Hal senada diungkapkan, Endang yang sebelumnya menjabat sebagai Sekdes Bandanhurip mengatakan dirinya diminta oleh kades terpilih untuk berganti posisi. Namun, dirinya lebih memilih untuk mengundurkan diri karena alasan sering sakit-sakitan.

"Awalnya sebelum diminta, memang ada niatan untuk mengundurkan diri. Namun, karena ada perombakan, saya lebih memilih mundur sekalian," ujar Endang.

Sementara itu, Kades Bandanhurip, Sugiyanto membenarkan adanya perombakan struktur perangkat desa. Perombakan itu diakuinya hanya untuk penyegaran dan mencari suasana baru dalam penyelenggaraan pemerintahan.

"Enggak ada hal yang lain, mas. Hanya penyegaran. Kemudian, pada masa kepemimpinan saya kali ini ingin perangkat desa yang masih muda dan berpendidikan. Kalau yang lama diganti karena faktor usia dan sumberdaya manusianya kurang," kata dia.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait