#Terorisme#Lampung

Usai 23 Teroris Diterbangkan ke Jakarta, 215 Korban Terima Kompensasi

Usai 23 Teroris Diterbangkan ke Jakarta, 215 Korban Terima Kompensasi
Ilustrasi medcom.id


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Lembaga Penjamin Saksi dan Korban (LPSK) diamanatkan untuk memberi kompensasi kepada korban tindak pidana terorisme, terhitung sejak kasus bom Bali I.

Amanat tersebut berdasarkan PP 35 tahun 2020 tentang Perubahan Atas PP 7 tahun 2018 tentang Pemberian Kompensasi, Restitusi, dan Bantuan kepada Saksi dan Korban.

Langkah akseleratif telah LPSK lakukan sepanjang Agustus-Desember 2020. Hasilnya, LPSK telah berhasil mengidentifikasi dan menetapkan sebanyak 215 orang sebagai korban peristiwa terorisme masa lalu, baik yang berstatus korban langsung maupun korban tidak langsung (ahli waris). 

"Angka tersebut bukanlah hasil akhir, mengingat LPSK masih terus melakukan pendataan, identifikasi dan asesmen kepada masyarakat yang menjadi korban hingga Juni 2021," ujar Ketua LPSK RI Hasto Atmojo Suroyo, 16 Desember 2020.

Menurutnya, kehadiran Negara untuk para korban terorisme tidak hanya dibuktikan melalui diterbitkannya sejumlah aturan. Namun, penyerahan kompensasi untuk korban terorisme akan diberikan langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

Presiden Joko Widodo bersama LPSK menyerahkan secara simbolis kompensasi kepada sekitar 20 orang yang menjadi representasi dari jumlah keseluruhan 215 korban.

"Ini merupakan kali pertama penyerahan kompensasi untuk korban terorisme diserahkan langsung Presiden Republik Indonesia," katanya.

Sejumlah korban tersebut berasal dari 40 peristiwa terorisme di masa lalu. Besaran nilai kompensasi yang akan dibayarkan mencapai Rp 39.205.000.000,- 

Nilai kompensasi yang diterima korban  telah mengikuti skema satuan biaya yang telah ditetapkan oleh Kementerian Keuangan dengan rincian Rp250.000.000,- untuk korban meninggal dunia; Rp.210.000.000 untuk korban dengan kondisi luka berat; Rp. 115.000.000 untuk korban luka sedang dan Rp. 75.000.000 untuk korban luka ringan. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait