#haji

Usaha Travel Haji dan Umrah di Lampung Mulai Bangkit

Usaha Travel Haji dan Umrah di Lampung Mulai Bangkit
Ilustrasi Ka


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Usai Arab Saudi membuka ibadah haji dan umrah untuk masyarakat Indonesia, biro perjalanan atau tour and travel menyambut baik dan optimis untuk bangkit. Apalagi, selama 2 tahun usaha tersebut sempat terpuruk karena pandemi covid-19 melanda dunia.

Pelaku Usaha Tour Haji dan Umrah, Yoyon Suryono menyambut baik kebijakan yang memperbolehkan perjalanan ibadah haji dan umrah. Masyarakat di Provinsi Lampung juga berantusias menyambut hal tersebut,. Sebab sudah banyak jemaah yang bertanya dan berkonsultasi mengenai haji dan umrah. 

"Mengenai haji, kami masih menunggu informasi lebih lanjut dari Kementerian Agama. Namun, yang pasti kami menyambut baik Kerajaan Arab Saudi sudah membuka haji dan umrah untuk masyarakat," katanya melalui telepon, Kamis, 24 Maret 2022.

Yoyon melanjutkan untuk haji normal, masyarakat bisa langsung menghubungi kementerian agama kabupaten/kota di daerahnya. Sementara bila masyarakat ingin biaya haji plus atau ONH plus biayanya sekitar 4.500 dolar atau Rp64 juta untuk dana awalnya (DP) dengan kurun waktu tunggu keberangkatan 7 tahun.

"Sementara bila ada yang ingin waktu tunggunya 1 tahun langsung berangkat biayanya sekitar 13.000 dolar atau Rp186 juta. Tapi tahun ini kami belum bisa menjamin keberangkatan jemaah yang ingin nunggu 1 tahun langsung berangkat, karena kebijakannya ada di Kemenag dan Pemerintah Arab Saudi," ujar Owner Asafi Tour Trevel Group ini.

Yoyon juga menerangkan untuk umrah, setelah pandemi covid-19 mereda pihaknya sudah banyak memberangkatkan jemaah Lampung. Pada periode Februari 2022 ,ada 45 jemaah yang diberangkatkan sementara periode Maret 2022 ada 90 jemaah yang berangkat. Ke depan, diperkirakan akan terus bertambah seiring percepatan vaksin dan pandemi covid-19 mereda.

"Biaya umrah dari Lampung sekitar Rp36 juta/jemaah dengan biaya karantina. Sementara bila ke depan tidak ada kebijakan karantina, maka kembali normal sekitar Rp27-29 juta/jemaah. Estimasi waktu ibadah umrah sekitar 2 minggu," katanya.

Baca juga: PT Truly Alhakim Memudahkan Masyarakat Berhaji dan Umroh

Sementara di tingkat pusat, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas telah melakukan pertemuan dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F. Al-Rabiah. Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Jeddah, Arab Saudi. Ia menyambut baik pemberangkatan jemaah haji tahun ini dari luar Saudi.

Menag juga mendiskusikan kemungkinan jumlah kuota haji Indonesia dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F. Al-Rabiah. Gus Yaqut, sapaan akrab Menag, berharap Indonesia bisa mendapatkan kuota yang ideal seiring dengan banyaknya jemaah yang sudah menunggu dan rindu ke tanah suci. Ia menegaskan bahwa Indonesia siap melaksanakan haji dan memohon agar segera mendapatkan kepastian kuota.

"Saya sampaikan bahwa mungkin kuota haji tahun ini belum normal karena pandemi, namun saya berharap Indonesia dapat alokasi ideal," kata Menag. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait