#limbah#pencemaran

Usaha Tambak Udang di Pesibar hanya Boleh di Dua Kecamatan

Usaha Tambak Udang di Pesibar hanya Boleh di Dua Kecamatan
Tampak salah satu lokasi usaha tambak yang ada di Pesisir Barat. Dok DPMPTSP


Krui (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) menertibkan zonasi wilayah tambak udang di kawasan tersebut. Hal itu dilakukan demi meminimalisir adanya pencemaran laut yang berasal dari limbah tambak udang. 

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pesibar, Armen Qodar menyebut, sembilan titik dari Kecamatan Ngambur sampai Kecamatan Lemong tidak diperbolehkan dibangun tambak udang.

"Hal itu berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Pesisir Barat Nomor 8 Tahun 2017 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah 2017-2037 yang ditetapkan pada tanggal 28 November 2017," katanya, Kamis, 23 September 2021. 

Baca: Tambak Udang tanpa Izin di Pesisir Barat akan Ditutup Paksa

 

Akan tetapi, kata dia, untuk wilayah Kecamatan Ngaras dan Bangkunat memang dalam aturan tersebut diperuntukkan sebagai lokasi tambak udang.  

"Karena daerah kita adalah zona pariwisata, berbeda dengan daerah pantai lain. Prioritas wisata laut kita adalah surfing (berselancar) dan snorkling (menyelam) yang tentu tidak bisa disandingkan dengan perikanan air payau," kata Armen.

Aturan lainnya adalah agar para pengusaha tambak udang mau memberdayakan penduduk lokal dalam kategori non-keahlian. 

"Para pemilik tambak udang juga membayar pajak bumi dan bangunan (PBB) tempat usaha mereka, tetapi itu melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)," katanya.  

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pesibar, Husni Aripin menjelaskan, Pemkab menutup seluruh usaha tambak udang yang berada di luar Kecamatan Ngaras dan Bangkunat. Saat ini ada sebanyak 12 lokasi perusahaan tambak yang beroperasi di dua kecamatan tersebut. 

"Kalau masalah pencemaran laut, saya tidak bicara yang di Kecamatan Lemong. Pencemaran di Kecamatan Lemong sudah kami lakukan pembinaan," kata Husni.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait