#BERITALAMPUNGSELATAN

Usaha Rumahan Gula Merah di Natar Hasilkan Puluhan Juta

Usaha Rumahan Gula Merah di Natar Hasilkan Puluhan Juta
Usaha rumahan dengan memanfaatkan nira kelapa sebagai bahan pembuatan gula merah menghasilkan puluhan juta. Lampost.co/Febi Herumanika


Kalianda (Lampost.co) -- Usaha rumahan yang digeluti Budiono (30), warga Dusun 1 Rulungsari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan dengan memanfaatkan nira kelapa sebagai bahan pembuatan gula merah berlahan membuahkan hasil. Menurutnya, hampir setiap tahun usaha yang digeluti sejak 20 tahun lalu itu berjalan lancar dan menemukan titik terang. Karena peminat gula merah untuk saat ini cukup tinggi di pasaran. 

"Permintaan banyak sekarang. Kalo ada 50 kg per hari yang datang untuk membeli siap menampung. Sementara usaha saya hanya bisa menghasilkan 15 kg/harinya," kata dia di lokasi pembuatan gula merah, Rabu, 15 Desember 2021.

Budiono melanjutkan untuk menghasilkan gula merah sebanyak 15 kg/hari dia mengambil nira dari 50 batang kelapa setiap paginya. Air nira itu kemudian diolah dengan cara direbus menggunakan kayu bakar yang setiap bulan dia pesan kepada tukang kayu yang ada di desanya. 

"Ada 100 batang kelapa yang saya sewa setiap tahunnya sebesar Rp5 juta. Tetapi, setiap hari saya hanya mampu mengambil air nira dari 50 batang kelapa, yang 50 batang untuk besok. Kalo 100 batang diambil semua nggak sanggup," ujarnya. 

Budiono juga menuturkan hasil olahan air nira kelapa itu dijual Rp12 Ribu setiap kilonya. Menurutnya, pemesanan dari luar daerah untuk saat ini sangat banyak tetapi gula merah yang dia hasilkan belum mampu memenuhi pesanan itu.

"Ada yang minta 50 kilo sehari sementara saya hanya mampu memenuhi 15 kilo, artinya kan banyak peminatnya," katanya.

Budiono menambahkan penghasilan setiap bulannya berkisar antara Rp5 juta lebih jika dikali satu tahun penghasilan yang dia dapat bersama istri dari usaha rumahan tersebut sekitar Rp64 juta lebih. 

"Kalau sehari dapat 15 kg dikali Rp12 ribu per satu kilogramnya. Sebulan kadang bisa Rp5 juta, dikalikan saja satu tahun sekitar Rp64 juta. Modalnya sewa lahan kelapa 100 batang Rp5 juta tambah kayu bakar dan dua mobil trek," ujarnya.

Kapala Dusun Satu Desa Rulungsari, Wahyudi mengatakan, pemerintahan desa terus mendorong usaha rumahan seperti gula merah saat ini baik dalam promosi maupun dalam hal lainnya. 

"Di desa ini banyak usaha gula merah kami selalu melihat seperti apa progresnya, adakah yang tidak jalan, kami perhatikan semua dan usaha berjalan lancar alhamdulillah, " kataWahyudi.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait