#puso#autp#asuransipetani#beritalamsel

UPTD Pertanian Palas Lamban Mendata Tanaman Padi Puso

UPTD Pertanian Palas Lamban Mendata Tanaman Padi Puso
Seorang warga saat melihan kondisi tanaman padi di Desa Bandanhurip, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, yang alami gagal panen atau puso, Selasa, 1 Oktober 2019. Lampost.co/Armansyah


KALIANDA (Lampost.co) -- Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian Kecamatan Palas, Lampung Selatan, lamban dalam melakukan pedataan luas tanaman padi yang mengalami gagal panen atau puso akibat kekeringan.

Sebab, hingga Rabu, 2 Oktober 2019 jumlah luas tanaman padi yang puso baru terdata di 15 desa dengan total luas lahan mencapai 108 hektare. Sedangkan, enam desa lainnya sama sekali belum terdata. Padahal, seperti areal Desa Mekarmulya dilaporkan Gapoktan Mekarmukti luas puso mencapai 100 hektare.

Saat dikonfirmasi, Kepala UPTD Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian Kecamatan Palas, Agus Santosa mengatakan hingga saat ini pihaknya baru melakukan pendataan di 15 desa. Sedangkan, enam desa lainnya belum didata lantaran harus dicek oleh Petugas Pengendali Orgasnisme Pengganggu Tanaman (POPT).

"Dari 15 desa yang sudah didata, ada delapan desa yang mengalami puso dengan total luas 108 hektare. Sementara, yang belum kami data enam desa lagi yaitu Desa Pulautengah, Palasjaya, Mekarmulya, Sukaraja, Tanjungjaya, dan Bangunan," ujarnya, Kamis, 3 Oktober 2019.

Agus mengatakan, delapan desa yang terdata mengalami puso tersebut, yakni Desa Bandanhurip seluas 7 hektare, Bumidaya (2 hektare), Bumiasri (2 hektare), Bumirestu (44 hektare), Pulaujaya (41 hektare), Rejomulyo (2 hektare), Kalirejo (5 hektare) dan Bumiasih (5 hektare).

"Tanaman yang puso yang cukup luas terjadi di Desa Bumirestu dan Pulaujaya. Sebab, di dua desa tersebut disebabkan kekeringan dan terkena air asin," kata dia.

 Agus memjelaskan lambannya dalam melakukan pendataan tanaman padi yang alami puso tersebut  karena Petugas Pengendali Orgasnisme Pengganggu Tanaman (POPT) wilayah Kecamatan Palas belum bisa hadir dan mengecek tanaman puso. "Petugas POPT yang menentukan puso atau tidaknya. Kami menunggu hasil dari pengecekan Petugas POPT. Namun, dalam beberapa hari ini POPT tidak hadir karena sakit. Kami juga sudah mendapat laporan bahwa di Mekarmulya sudah ada puso," ujarnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Lamsel, Noviar Akmal  mengatakan bagi petani yang tanaman padi alami puso, pihaknya akan membantu mereka dengan bantuan cadang benih daerah (CBD). "Bagi petani yang tidak terdaftar asuransi usaha tani padi (AUTP), rencananya akan kami beri bantuan benih dari CBD," kata dia.

EDITOR

Armansyah

loading...




Komentar


Berita Terkait