#jalurhijau#pemkabpringsewu

Upaya Pemkab Pringsewu Pertahankan Jalur Hijau

Upaya Pemkab Pringsewu Pertahankan Jalur Hijau
Calon lokasi bangunan cucian mobil yang masih dalam proses, diduga masuk kawasan jalur hijau yang akan di bangun jalur dua masuk pemda. Lmapost.co/Widodo


Pringsewu (Lampost.co): Upaya Pemkab Pringsewu ingin mempertahankan jalur hijau sepanjang jalur dua, mulai tugu gajah hingga perkantoran bupati mulai terusik. Pasalnya meskipun pemkab sempat membongkar dua calon bangunan rumah dan ruko beberapa waktu lalu, kini muncul bangunan di jalur tersebut.

Sejauh ini Kepala Dinas Perizinan Satu Pintu Ahmad Fadholi benerapa waktu lalu, menyatakan belum mengeluarkan izin bangunan. "Dinas Perizinan baru bisa mengeluarkan mendirikan bangunan kalau semua izin-izin lain dari beberapa dinas sudah keluar," kata dia, Minggu 27 Oktober 2019.

Pantauan di lapangan, calon lokasi bangunan yang rencananya akan didirikan untuk usaha cucian mobil sempat mulai dikerjakan. Bahkan terdapat pondasi yang sudah dibangun di dasar jaringan irigasi.  Lokasi tersebut pun diduga masuk kawasan jalur hijau yang  dilarang mendirikan bangunan.

Bahkan dua bangunan yang sempat berdiri milik warga juga dirobohkan pemerintah. Diantaranya bangunan milik Reza Berawi Ketua Gerindra Pringsewu.

Sementara Rizki Raya Saputera saat ditanya kelengkapan perizinan mendirikan bangunan untuk usaha cucian mobil, mengaku sudah beres. Dari jawaban Rizki Raya Saputera tanggal 7 Oktober 2019, lalu mengakui rencana bangunan

"Insyaallah enggak melanggar, karena kita sudah sesuai rekomendasi PU, Pertanahan, Lingkungan Hidup, Pertanian, Andalalin," ujarnya.

Bahkan kata Rizki, pihaknya juga sudah mengurus melalui rekanan geolistrik.

Bahkan untuk garis DAS dari luas areal 3.500 m2 yang bisa dibangun hanya 1.626 m2 saja. Terkait izin Lingkungan Hidup, Rizki mengaku harus membuatkan chamber/bak penampung, agar limbah cucian dan rumah tangga tidak langsung mengalir ke sungai. Terkait dengan garis sepadan bangunan (GSB), kata Rizki, disesuaikan dengan patok lahan yang sudah dibebasan oleh pemda.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas


loading...



Komentar


Berita Terkait