#Keuangan#literasikeuangan#kampus

Universitas Muhammadiyah Metro Jelaskan Literasi Keuangan kepada Korean Wave

Universitas Muhammadiyah Metro Jelaskan Literasi Keuangan kepada <i>Korean Wave</i>
Peserta dan pelaksana Training Literasi & Inklusi Keuangan bagi Korean wave via zoom meeting. Lampost.co/Putri Purnama


Metro (Lampost.co) -- Tim pengabdian kepada masyarakat yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah (UM) Metro melaksanakan Training Literasi & Inklusi Keuangan bagi Korean wave alias penggemar kebudayaan Korea di Indonesia. 

Ketua tim pengabdian yang juga dosen FEB Nina Lelawati mengatakan, pengabdian ini didanai Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM Metro melalui hibah dana stimulus Abdimas.

Training ini diawali dengan pre-test, pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan materi dan diakhiri dengan post-test. Dilaksanakan selama tiga hari, dengan cara daring via zoom meeting,” ujarnya kepada Lampost.co. Minggu, 18 April 2021.

Baca: Pemahaman Masyarakat Tentang Produk Jasa Keuangan Rendah

 

Acara ini, lanjut Nina, melibatkan pemateri-pemateri yang kompeten di bidangnya, antara lain di hari pertama menggandeng pemateri dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung.

“Pematerinya ada Aprianus John Risnad Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan, Bapak Dwi Krisno Yudi Pramono selaku Kepala Subbagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen, serta Ibu Dewi Indah Hanggono staf Edukasi dan Perlindungan Konsumen,” kata dia. 

Materi di hari kedua disampaikan para dosen FEB UM Metro mengenai pengelolaan keuangan sederhana, peluang usaha dan pengantar kewirausahaan, serta self development.

“Di hari terakhir ada materi tentang sharing tentang mimpi dan cara mewujudkannya yang disampaikan mahasiswa FEB UM Metro dan perwakilan mitra pengabdian,” ujarnya.
 
Tujuan kegiatan ini, menurut Nina, memberikan edukasi secara mendalam tentang literasi dan inklusi keuangan, cara pengelolaan keuangan sederhana bagi individu maupun pemilik usaha, cara melihat peluang usaha, edukasi tentang berwirausaha serta edukasi untuk menstimulasi dan mengembangkan ide kreatif, serta peningkatan mutu sumberdaya manusia (SDM).

“Biasanya seorang pecinta Korean wave itu terkenal dengan pola hidup konsumtif, supaya bisa menjadi SDM yang lebih produktif dan berdayaguna bagi masyarakat, serta negara,” kata dia.

Semua materi selama tiga hari berturut-turut ini diikuti dengan antusiasme yang luar biasa baik oleh peserta yang merupakan pecinta Korean wave dari seluruh Indonesia.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait