#kdrt#kekerasan

Unit PPA Satreskrim Polres Lampura Amankan Pelaku KDRT 

Unit PPA Satreskrim Polres Lampura Amankan Pelaku KDRT 
Tersangka penganiaya istri sendiri diamankan petugas Polres Lampung Utara, Selasa, 24 November 2020. Dok. Polres


Kotabumi (Lampost. co) -- Petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polres Lampung Utara menangkap suami yang diduga melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya, Er (28). Tersangka IS (33), warga Desa Bandar Abung, RT I/RW I, Abung Surakarta, ditangkap, Selasa, 24 November 2020, sekira pukul 15.30.

Kasat Reskrim AKP Gigih yang diwakili Kepala Unit (Kanit) PPA Sat Reskrim Polres Lampung Utara, Ipda Demy Abtriayadi menjelaskan penangkapan tersangka berdasarkan laporan korban dengan nomor laporan 1122/B/XI/2020/POLDA LAMPUNG/SPKT RES.LU tentang tindak pidana KDRT pada Rabu, 18 November 2020.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan para saksi, tersangka diamankan di Pengadilan Agama Kotabumi, pada saat tersangka dan korban usai melaksanakan sidang perceraian.

"Iya benar kami meringkus seorang tersangka yang merupakan pelaku KDRT. Tersangka dibekuk pada saat korban dan tersangka usai melaksanakan sidang perceraian di Pengadilan Agama Kotabumi," ujar Demy.

Dia menjelaskan kronologis kejadian berawal pada Selasa, 17 November 2020, sekitar pukul 06.30, korban menanyakan kepada tersangka, mengapa sering pulang hingga larut malam. Namun, tersangka naik pitam dengan pertanyaan istrinya sehingga terjadilah cekcok mulut. Kemudian tersangka memukul korban.

"Tersangka memukul istrinya dengan ikat pinggang yang mengakibatkan korban mengalami luka di kepala kanan, luka gores di dahi kiri, dan luka memar di lutut kiri. Selain itu, luka bakar di kaki kiri yang disebakan tersiram oleh minyak panas penggorengan," ujarnya.

Tersangka kini diamankan di Mapolres Lampura guna mempertanggungjawabkan semua perbuatannya dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut. "Untuk tersangka akan dijerat dengan Pasal 44 UU RI No.23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara," ujarnya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...




Komentar


Berita Terkait