#humaniora#mahasiswa#unila

Unila Dukung Pengembangan Prestasi Mahasiswa 

Unila Dukung Pengembangan Prestasi Mahasiswa 
Unila dukung pengembangan prestasi mahasiswa dengan memberikan penghargaan pada tahun 2021 lalu. (Foto:Dok.Unila) 


Bandar Lampung (Lampost.co)--Di tengah deraan pandemi covid-19 yang menyentuh seluruh aspek, termasuk pendidikan tinggi, Universitas Lampung (unila) turut mendukung pengembangan prestasi mahasiswa dalam bidang minat, bakat, penalaran, sosial, serta kerohanian. Upayanya dilakukan dengan meningkatkan fasilitas dan supervisinya. Salah satunya dengan memberikan penghargaan kepada 228 mahasiswa berprestasi di tingkat nasional dan internasional 2021, jelas Juru Bicara Rektor Unila Dr. Nanang Trenggono, Selasa, 4 Januari 2022. 

Penghargaan itu diberikan langsung oleh Rektor Unila Prof Karomani, di gedung serbaguna Unila, Selasa, 9 November 2021, dengan total reward yang diberikan sejumlah Rp764 juta. Penghargaan ini juga menjadi kepedulian terhadap mahasiswa yang selama pandemi mengalami banyak hambatan, baik secara akademik maupun finansial. Tetapi masih banyak mahasiswa yang mampu berprestasi, sehingga Unila mengganjarnya dengan penghargaan.

Berdasarkan catatan Biro Akademik dan Kemahasiswaan (BAK) Universitas Lampung, selama 2021 tercatat jumlah mahasiswa yang putus studi atau drop out (DO) sebanyak 479 orang. Dari data itu, 221 orang disebabkan oleh faktor evaluasi akademik dan 258 orang karena faktor evaluasi keuangan. 

Jumlah mahasiswa DO sesuai asal fakultas dari urutan tertinggi adalah sebagai berikut: Fakultas Hukum 102 orang (74 faktor keuangan & 28 faktor akademik); Fakultas Pertanian 89 orang (31 hasil evaluasi keuangan &58 karena evaluasi akademik); Fakultas Teknik 83 mahasiswa (48 faktor keuangan &35 faktor akademik); Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 68 orang  (29 faktor keuangan &39 faktor akademik);Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan sebanyak 56 orang (40 karena faktor keuangan & 16 karena faktor akademik);Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ada 40 mahasiswa (3 karena faktor keuangan &37 karena faktor akademik); Fakultas Ekonomi dan Bisnis sebanyak 32 orang (26 karena evaluasi keuangan & 6 karena evaluasi akademik); dan Fakultas Kedokteran 9 orang (3 karena faktor keuangan & 6 faktor akademik). 

Paparan ini, melengkapi penjelasan Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unila Prof. Dr, Heryandi yang menyatakan data tentang jumlah mahasiswa Unila putus studi di tahun 2021. 

Unila, sama halnya dengan perguruan tinggi lain di Indonesia memiliki dua kebijakan pokok. Pertama, skema kebijakan keringanan bagi mahasiswa dalam pembayaran SPP/UKT (Uang Kuliah Tunggal) dan kebijakan afirmasi penerimaan mahasiswa yang berasal dari kalangan keluarga tidak mampu. 

Kedua, peraturan akademik yang mensyaratkan batas prestasi akademik yang wajib dipenuhi mahasiswa agar dapat terus mengikuti proses belajar mengajar sampai selesaidan dalam praktik diberikan kemudahan mulai dari pimpinan program studi/jurusan, fakultas hingga pimpinan universitas agar mahasiswa tidak putus kuliah. Meskipun demikian, mahasiswa menarik diri (drop out) masih terjadi. 

EDITOR

Sri Agustina

loading...




Komentar


Berita Terkait