#unila#pendidikan

Unila dan Media Group Network Kerja Sama Penguatan Kampus

Unila dan Media Group Network Kerja Sama Penguatan Kampus
Kunjungan tim Media Group Network (MGN) dengan Rektor Unila Prof Karomani. Dok Lampost


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Universitas Lampung (Unila) dan Media Group Network (MGN) akan menjalin kerja sama dalam hal penguatan kampus setempat. Kerja sama itu dalam bidang publikasi berbagai hasil penelitian yang dilakukan para dosen Unila.


Direktur Pemberitaan Harian Media Indonesia, Gaudensius Suhardi, menjelaskan Media Group Network (MGN) akan memberikan tempat atau wadah seluas-luasnya bagi dosen dan masyarakat kampus dalam memublikasikan jurnal yang ada di kampus setempat. 

Kerja sama itu seperti yang dilakukan Harian Media Indonesia dengan kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam rubrik Reka Cipta ITB. Rubrik itu memublikasikan hasil penelitian, tulisan inovasi, riset, hingga pelatihan yang dijalankan sivitas akademik ITB di berbagai pelosok Tanah Air.

“Hasil-hasil penelitian dosen itu tidak disimpan di lemari, tapi harus dipublikasikan ke masyarakat. Selain itu, kerja sama ini bisa dalam hal pemberian materi jurnalistik di kampus dan kami bisa menjadi dosen tamu di kampus Unila,” ujar Gaudensius, Selasa, 24 Mei 2022.

Hal tersebut disampaikan dalam kunjungan tim Media Group Network (MGN) dengan Rektor Unila Prof Karomani.

Sementara itu, Rektor Unila Prof Karomani mengatakan banyak penelitian dan riset yang dilakukan para dosen Unila. Unila juga sedang menuju akreditasi unggul dan 16 prodi proses akreditasi internasional.

Aom, sapaan akrabnya, juga menjelaskan adanya penguatan kerja sama internasional dengan universitas luar negeri dan akan dilakukan dengan Rusia NSTU, Sorbonne Perancis, Universitas Kentucky, Universitas Lahore Pakistan, dan universitas di India yang minimal masuk top 100 dunia. 

“Di samping itu, terus menjalin kerja sama dengan yang ada, seperti Jepang, Australia, dan lain sebagainya,” katanya.

Ia menambahkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) naik 25% dari di bawah Rp300 miliar pada 2021 dan kini menjadi Rp348 miliar.

“Pada 2022, insya Allah akan menjadi Rp380 miliar dan 2023 diprediksi di atas Rp400 miliar ketika Unila masuk PTNBH,” ujarnya. 

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait