#umplampung#upahminimum

UMP Lampung Dinilai Layak Naik 15 Persen

UMP Lampung Dinilai Layak Naik 15 Persen
Tuntutan upah buruh. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Ketua FSBKU Bandar Lampung, Tri Susilo, menilai persentase kenaikan upah 10 persen tidak sesuai dengan kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM subsidi. 

"Kalau mengacu pada perputaran atau peningkatan ekonomi dan inflasi, Lampung layak naik di atas 15 persen karena ekonomi di Lampung cenderung stabil," kata dia. 

Tri tidak berharap banyak kepada pemerintah. Sebab, dalam tiga tahun terakhir, kenaikan upah di Lampung tak pernah mencapai 1 persen. 

"Tinggal tunggu saja, mekanisme penetapan dan besaran naiknya. Kalau sesuai jadwal, 28 November ini akan diumumkan," katanya. 

Berdasarkan rapat virtual yang dilakukan secara daring bersama Kementerian Dalam Negeri pada Jumat, 18 November 2022, penetapan UMP yang sebelumnya ditetapkan dan diumumkan paling lambat 21 November 2022 diundur menjadi 28 November 2022.

Penetapan UMK yang sebelumnya 30 November 2022 diubah menjadi 7 Desember 2022. 

Sementara itu, upah minimum untuk pekerja di Lampung termasuk terendah keempat secara nasional. Hal itu dinilai mengancam pengusaha karena bisa kehilangan karyawan untuk bekerja di luar daerah. 

Salah satu pengusaha, Bery Decky Saputra, mengaku khawatir akan kehilangan pemuda bertalenta. 

"Tentu sangat dikhawatirkan karena pemuda berbakat akan memilih bekerja di luar Lampung yang memiliki UMP lebih besar," kata Bery, Rabu, 23 November 2022.

Dia menilai Lampung sebagai salah satu provinsi strategis di Indonesia. Namun, ternyata memiliki upah paling rendah keempat di Indonesia. "Kalau tahun depan tidak meningkat, pekerja yang memiliki potensi memilih kerja di Jakarta yang UMP lebih tinggi," ujarnya. 

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait