kemitraanUMKM

UMKM Didorong Bermitra dengan Usaha Skala Besar

( kata)
UMKM Didorong Bermitra dengan Usaha Skala Besar
dok Lampost.co


Jakarta (Lampost.co) -- Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjalin kemitraan dengan usaha skala besar. Langkah itu agar mampu bertahan dan tumbuh saat dan setelah pandemi covid-19.
 
"Mendorong kemitraan (UMKM) dengan usaha besar. Ini sangat penting, bagaimana industri di Jepang dengan UMKM. Di Indonesia pun juga banyak, sektor UMKM lokal sudah banyak yang jadi pemasok Astra misalnya," katanya, dikutip dari Antara, Jumat, 16 Oktober 2020.
 
Menurut dia UMKM menghadapi tantangan yang tak mudah mulai dari permodalan hingga pemasaran. Berdasarkan survei Katadata Insight Center di Jabodetabek, Juni lalu, 57 persen UMKM mengaku dalam kondisi buruk dan 25 persen hanya bisa bertahan hingga September 2020.

 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

  • Happy
  • Inspire
  • Confuse
  • Sad


Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki memperkirakan ada sekitar 47 persen yang terancam gulung tikar. Padahal, sektor ini menyumbang 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja. Teten menekankan kolaborasi menjadi penting bagi UMKM untuk terus menjalankan operasional hingga berkembang baik.
 
Di sisi lain, lanjut dia, UMKM saat ini juga perlu untuk segera bertransformasi ke arah digital agar bisa mengoptimalkan usaha, sehingga tak hanya meningkatkan pemasaran namun juga memotong biaya produksi. "Biaya tinggi industri kita bukan hanya di manufaktur, tapi juga UMKM," imbuh dia.
 
Sementara itu, CEO Tokopedia William Tanuwidjaya menjelaskan pihaknya saat ini terus menggiatkan UMKM agar semakin terakomodasi berdagang daring. Hingga saat ini, kata dia, setidaknya ada lebih dari 9,2 juta UMKM yang tergabung dalam ekosistemnya.
 
"Seakan pandemi ini justru menjadi (momen) Tokopedia memang disediakan untuk masa pandemi ini (serba digital). Maka dengan UMKM bertransformasi digital, kesempatan melayani pelanggan akan tetap ada," ujarnya.
 
Senada dengan Teten, Rektor Universitas Prasetiya Mulya Djisman S Simandjuntak menambahkan kolaborasi tak hanya terhadap para UMKM dan swasta, namun pemerintah juga perlu mengambil peran aktif dalam upaya kolaborasi. Misalnya, lanjut dia, menjadikan kemajuan UKM sebagai indikator kinerja pemerintah pusat, provinsi, sampai kelurahan.
 
Selain itu, dunia pendidikan pun menurutnya juga mesti terlibat minimalnya program-program yang membantu UMKM. "Program UKM kolaboratif perguruan-perguruan tinggi yang berakreditasi baik yang terdiri dari layanan penyiapan rencana bisnis, layanan pelatihan, layanan pendampingan dalam berbagai urusan," pungkasnya.

EDITOR

Medcom

loading...


Berita Terkait



Komentar