UMKUMPburuh

UMK 2021 Bandar Lampung dan Lambar Belum Ketok Palu

UMK 2021 Bandar Lampung dan Lambar Belum Ketok Palu
Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung, Sifa Aini. Lampost/Triyadi Isworo


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2021 di Kota Bandar Lampung dan Lampung Barat hingga saat ini masih dilakukan harmonisasi dan sinkronisasi oleh Pemprov Lampung. Sementara, empat daerah yang tidak mengusulkan atau tidak punya dewan pengupahan yaitu Pesawaran, Tanggamus, Pringsewu, dan Pesisir Barat, akan mengikuti Upah Minimum Provinsi (UMP) Lampung sebesar Rp2,4 juta.

Penetapan kenaikan UMK di Bandar Lampung untuk 2021 masih dalam tahap pertimbangan dan sampai saat ini belum final. Dewan Pengupahan menyetujui untuk UMK Bandar Lampung menjadi Rp2,7 juta, naik 3,27 persen dari nilai UMK 2020. Kesepakatan UMK tersebut tidak sesuai dengan usulan dari Pemkot Bandar Lampung yaitu sebesar Rp2,9 juta atau naik 9,4 persen dari nilai UMK saat ini. Sementara di Lampung Barat UMK tahun 2020 sebesar Rp2,5 juta, dan untuk 2021 belum disepakati.

"Untuk daftar rekapan UMK se Provinsi Lampung belum dibuat, karena masih ada dua Kabupaten/Kota yang masih dalam harmonisasi dan sinkronisasi di Biro Hukum Provinsi Lampung. Dari 15 Kabupaten/Kota, ada 4 Kabupaten yang tidak ada dewan pengupahan, jadi mengikuti upah minimum provinsi," kata Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung, Sifa Aini kepada Lampost.co, Kamis, 17 Desember 2020.

Ia menceritakan penetapan UMK Bandar Lampung yang diusulkan kepada Provinsi Lampung melalui surat Wali Kota Bandar Lampung Nomor: 822/1297/III.06/2020 tanggal 2 November 2020 tentang permohonan penetapan upah minimum Kota Bandar Lampung tahun 2021 belum ada kesepakatan dari Anggota Dewan Pengupahan Kota Bandar Lampung dalam fixsasi besaran UMK.

"Atas dasar hal tersebut Dewan Pengupahan Provinsi Lampung membahas usulan dimaksud dan disepakati bahwa usulan tersebut dikembalikan kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung," kata dia.

Kemudian melalui Surat Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung Nomor: 560/3870/V.08/02/2020 tanggal 19 November 2020 untuk dibahas kembali dengan Dewan Pengupahan Kota Bandar Lampung yang didate line sampai 21 November 2020. Selanjutnya Walikota Bandar Lampung dengan Surat Nomor: 561/1390/III.06/2020 tanggal 27 November 2020 menyampaikan kembali permohonan penetapan UMK Bandar Lampung tahun 2021 dengan tetap berpendapat bahwa usulan UMK Bandar Lampung sama seperti usulan sebagaimana Surat Walikota Bandar Lampung Nomor: 822/1297/III.06/2020 tanggal 2 November 2020.

Terkait tahapan pembahasan usulan UMK Bandar Lampung tahun 2021, Dewan Pengupahan Provinsi Lampung telah melakukan tiga kali pembahasan pada 16 November 2020, 7 dan 14 Desember 2020. Kemudian dicapailah kesepakatan antara unsur APINDO dan Serikat Pekerja/Buruh dengan besaran kenaikan sebesar 3,27% dari UMK Bandar Lampung tahun 2020.

Sebelumnya Gubernur Lampung Arinal Djunaidi telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomor: G/483/V.08/HK/ 2020 tentang penetapan UMP Lampung tahun 2021 sebesar Rp2.432.001.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait